TINJAUAN YURIDIS PENGENAAN BEA MASUK DAN PAJAK-PAJAK DALAM RANGKA IMPOR (PDRI) FILM IMPOR

Agus Sriyanto

Abstract


Law No. 17 of 2006 on the amendment of Law No. 10 of 1995 on Customs has already accommodated the provisions of the Agreement on Implementation of Article VII of the GATT 1994. One of these provisions is a method that allowed the determination of the customs value rates. owever, in practice often a discrepancy between the rules and the implementation. There are some cases that arise, involving importers rights holders imports from trade associations (representatives of six producer fim Hollywood America (MPAA)), and after conducted audits of customs and excise discovered fact an indication that this time they do not include the value of royalties in the calculation of customs duties movies -film that they imported at the time of giving notice of imported goods and pay off the levies customs duties and taxes on import to the Customs and Excise office.

The term goods or objects in the form of intangible objects, referring to the provisions of civil law can be in the form of copyright which there are royalties manufacturers to publish / distribute content using the film in the form of a roll of film, DVD, or other computer files. Movie content is the intellectual property rights of man in the form of cinematography, and with a certain economic value, can have implications for increasing the value of the object from the original object in the form of an empty movie becomes much more valuable after the content in cinematography. 


Keywords


Bea Masuk; PPN; PPh; Royalti; Film Impor; Bea dan Cukai.

References


Anthony D'amato and Doris Esthele Long (Eds), 1997, International Intelectual Property Law, London: Kluwer Law International

A Tait, Alan, 1998, Value Added Tax: International Practice and Problems, Washington DC: International Monetary Fund.

Ashari, 1995, Negara Hukum Indonesia, Analisis Yuridis Normatif Tentang Unsur-unsurnya, Jakarta: UI Press.

Brotodiharjo, R, Santoso, 2008, Pengantar Ilmu Hukum Pajak cetakan 21, Jakarta: PT Refika Aditama.

Dicey, A.V, 1959, Introduction to the Study of the Law of the Constitution, London: Mac Millan.

Ismail, Tjip, 2007, Pengaturan Pajak Daerah Di Indonesia, cetakan kedua, Jakarta: Yellow Printing.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamuji, 1990, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: CV Rajawali Rosdiana.

Kristianto, JB, 2004, Nonton Film Nonton Indonesia, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Kartasasmita, Hussein, 1986, Penjelasan dan Komentar Undang-Undang No 8 Tahun 1983Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Bandung: Yayasan Bina Pajak.

Liliweri, Alo, 2004, Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Rawls, John, A Theory of Justice, 2006, Teori Keadilan. Diterjemahkan oleh Uzair Fauzan dan Heru Prasetyo, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Maskus, Keith E, 2000, Intelectual Property Rights In Global Economy, Washington DC: Institute For International Economics.

Carter Stephen L, “Does it matter whether Intellectual Property is property?” (Chicago: Kent College of Law, 1993), dalam Anthony D'amato and Doris Esthele Long (Eds).

Hartono, C.F.G Sunaryati 1994, Penelitian Hukum di Indonesia Pada Akhir Abad ke-20, Bandung: Alumni.

Jafar, M, 2011, “Royalti Dalam Penetapan Nilai Pabean Untuk Penghitungan Bea Masuk”, Jakarta: Pusdiklat Bea dan Cukai.

www.kapanlagi.com. "Pemboikotan Film Impor Tak Masuk Akal”, http://www.kapanlagi.comshowbiz/film/ind onesia/bp2n.html, .

Jppn.com, “Blokir Impor Belum Dibuka Bioskop Indonesia Mulai Sepi Film Hollywood”,

http://www1.jpnn.com/read/2011/05/11/91595, diupload, diunduh .

www.hukumonline.com, ”Bea Impor Film Bukan Aturan Baru” http://www.hukumonline.com/berita/baca/b ea-impor-film-bukan-aturan-baru, .

tempo bisnis, Iqbal muhatraom, Febriana firdaus, ”Pemerintah Kembali Tagih Tunggakan Pajak Bea Impor Film” http://www.tempo.co/read/news/2011/03/2 1/090321565/Pemerintah-Kembali-Tagih- Tunggakan-Pajak-Bea-Impor-Film.

okezone.com,” Film Hollywood Disetop Wah, Pajak Film Hollywood Lebih Murah Daripada Film Lokal”, http://lifestyle.okezone.com/read/2011/02/2 2/20/427276/wah-pajak- film%20hollywood lebih-murah-daripada- film-lokal,

Principle under a VAT regime which mandates that VAT on goods be paid in the country where the purchaser is resident at the rate that would have applied had the goods been purchased from a domestic supplier. http://www.oecd.org/document/29/0,3343,e n.html, .

Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Indonesia, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 16

Tahun 2009. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62.

Indonesia, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 133.

Indonesia, Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150),

Indonesia, Undang-Undang, UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 93)

Indonesia, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1999 tentang Perfilman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 141)

Kementerian Keuangan, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90/PMK.11/2011 tentang Perubahan Kedelapan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2006 tentang Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK.011/2011 tentang Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan Pajak Atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud Dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean Berupa Film Cerita Impor dan Penyerahan Film Cerita Impor

Kementerian Keuangan, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 tentang Nilai Pabean Untuk Penghitungan Bea Masuk, Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 433.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 571/KMK.03/2003 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 552/KMK.04/2000 tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai.

Kementerian Keuangan, Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2010 tentang Database Nilai Pabean.

Kementerian Keuangan, Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-79/PJ/2011 tentang Penyampaian Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK.011/2011 tentang Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan Pajak Atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud Dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean Berupa Film Cerita Impor Dan Penyerahan Film Cerita Impor, Serta Dasar Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Atas Kegiatan Impor Film Cerita Impor.

Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-03/PJ/2011 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Berupa Royalti dan Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai Atas Pemasukan Film Impor.

Putusan Banding Pengadilan Pajak Nomor Put- 31552/PP/M.XVII/19/2011 tanggal 19 Mei 2011 (PT Camila Internusa Film Vs DJBC).

Putusan Banding Pengadilan Pajak Nomor Put- 31553/PP/M.XVII/19/2011 tanggal 19 Mei 2011 (PT Satrya Perkasa Esthetika Film Vs DJBC).




DOI: http://dx.doi.org/10.31092/jia.v3i0.44

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 INFO ARTHA



Our Journal has been Indexed by:

Creative Commons License

Info Artha by Publishing Unit PKN STAN is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Statistic of Visitors web
analytics View My Stats

Free counters!

Copyright © 2020, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved.