Analisis Kelayakan Penerbitan Obligasi Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Daerah

Authors

  • irfan sofi

DOI:

https://doi.org/10.31092/jmkp.v4i2.984

Keywords:

Regional Bonds, SPAM, Central Java

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menerbitkan Obligasi Daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan karena ruang fiskal yang cenderung menurun 69,34 persen pada tahun 2013 menjadi 46,44 persen di tahun 2017 atau menurun cukup besar yaitu sebesar 22,90 persen. Salah satu kegiatan yang akan dibiayai dari penerbitan Obligasi Daerah adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Tujuan dari  penulisan ini yaitu  Untuk mengetahui kelayakan Penerbitan Obligasi Daerah Provinsi Jawa Tengah dan untuk mengetahui kontribusi pembangunan SPAM terhadap pendapatan daerah. Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan kajian ini merupakan penelitian campuran (mixed method). Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa secara ekonomi penerbitan obligasi untuk pembangunan SPAM telah memenuhi dimana nilai EIRR nilai EIRR diatas nilai kupon yang akan diberikan yaitu 10 persen. Pembangunan SPAM juga akan dapat berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari deviden Perusahaan Daerah Air Baku. Namun demikian terdapat sedikit kendala terkait ijin prinsip dari pihak legislatif sehingga perlu adanya effort untuk lebih banyak komunikasi dan sosialisasi.

References

Aini, N., Triansyah, T., & Hana, K. F. (2020). Obligasi Daerah Yang Tak Kunjung Terbit Sebagai Salah Satu Faktor Perkembangan Daerah. Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 2(1), 71–90. https://doi.org/10.24090/MABSYA.V2I1.3863

Aswardi. (2001). Analisis Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Sebelum dan Sesudah Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 di Kabupaten Lampung Selatan. Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah, UPP AMP YKPN Yogyakarta.

Barzelay. (1991). Managing Local Development, Lesson From Spain. Policy Science, 24(1), 271–290.

Creswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta : PT Pustaka Pelajar.

Mahmudi. (2010). Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta : Erlangga.

Mahrufi, H., Ruliana, T., & Latif, I. N. (2016). Analisis Penerbitan Obligasi Daerah Sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan Pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Ekonomia.

Moenir, A. (1992). Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara.

Okta, D., & Kaluge, D. (2011). Analisis peluang penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan daerah. Jurnal of Indonesian Applied Economics, 5(2), 157–171.

Pasolong, H. (2007). Teori Administrasi Publik. Bandung : Alfabeta.

Setiadi, W. (2016). Kajian Obligasi Daerah Sebagai Alternatif Sumber Pembiayaan Pembangunan Daerah (Studi Kasus Di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Riset Akuntansi Keuangan, 1(1), 61–74. https://doi.org/10.31002/rak.v1i1.66

Soleh, C., & Rochmansjah, H. (2010). Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Bandung : Fokus Media.

Sugiyono. (2013). Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Widodo, J. (2001). “Good Governance: Telaah dari Dimensi Akuntabilitas dan Kontrol Birokrasi Pada Era Desentralisasi dan Otonomi Daera. Surabaya : Insan Cendekia.

Wikipedia. (n.d.). Jawa Tengah. https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah

Yusena, G., & Arza, F. I. (2020). Analisis Penerbitan Obligasi Daerah Sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan Pada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Wahana Riset Akuntansi, 8(1), 50–64. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/wra.v8i1. 109021

Published

2020-12-22