“21 POINTS” (PUSAT OLEH-OLEH INOVASI TERPADU SALAK) : PROGRAM PENINGKATAN NILAI JUAL DAN VARIASI PRODUK BUAH SALAK DI KM 21 BALIKPAPAN

Arum Prastiyo Putri, Winarni Winarni, Achmad Ghozali, Diky Herfandi, Aprian Dwi Prasetyo, Achmad Choerunna’im

Abstract


21 POINTS (Pusat Oleh-oleh dan Inovasi Terpadu Salak) adalah suatu program peningkatan nilai jual dan variasi produk buah salak di KM 21 Karang Joang Balikpapan. Tujuan program 21 POINTS adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat KM 21 dilakukan dengan meningkatkan nilai jual buah salak, mengedukasi masyarakat dengan pelatihan berbagai pengolahan variasi produk buah salak serta menjadikan KM 21 sebagai pusat oleh-oleh yang khas dan menjadi ikon ekonomi kreatif di Balikpapan yang menghasilkan berbagai variasi produk olahan salak. Program “21 POINTS” yang direncanakan merupakan upaya menciptakan masyarakat yang kreatif, unggul dan mandiri untuk masyarakat di KM 21. Output program 21 POINTS ini adalah teraksananya sosialisasi dengan masyarakat sasaran, sosialisasi dan kerjasama dengan stakeholder terkait, terbentuknya komunitas masyarakat 21 POINTS, pelatihan pengolahan risols salak, rolls salak, manisan salak, asinan salak dan keripik salak serta packaging, pendampingan produksi pengolahan produk buah salak, publikasi kegiatan 21 POINTS melalui website, artikel, news, video profil dan media sosial (line dan Instagram), dan pemasaran produk 21 POINTS di 21 POINTS Store di KM 21 dan pemasaran keluar dari KM 21. Produk hasil olahan 21 POINTS adalah risols salak, rolls salak, manisan salak, asinan salak, dan keripik salak. Keberlanjutan program 21 POINTS berdasarkan dari segi inovasi produk yang terus dikembangkan dan divariasikan dengan tetap mementingkan rasa dari olahan buah salak. Olahan buah salak dikemas dengan packaging yang menarik, unik, kreatif dan inovatif. Potensi keberlanjutan program 21 POINTS adalah menjadikan Km 21 sebagai pusat oleh-oleh yang menjadi ciri khas di Kota Balikpapan dengan potensi dijadikan desa wisata buah salak sebagai desa wisata dan edukasi mengenai buah salak.


Keywords


21 POINTS, Salak, Oleh-oleh, Balikpapan

Full Text:

PDF

References


Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur. 2013. Data Kelompok Tani Tahun 2013. Pertanian Provinsi Kalimantan Timur. Kalimantan Timur.

Hartanto,R.Raharjo, B dan Suhardi. 2000. Model Perubahan Gula Buah Salak Pondoh (Salacca edulis REINW cultivar Pondoh) Pada Kondisi Atmosfer Termodifikasi. Agritech Vol 20 (1).Hlm 10-13

Ralas, S., Maryati , M., dan Mohd, B.A.F. 2009. Antioxidant properties of selected salak (Salacca zalacca) varieties in Sabah, Malaysia.

Nutrition and Food Science Journal Vol 39 (3). Halaman. 243-250.

Walikota Balikpapan, 2012, Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan Tahun 2012-2032, Balikpapan, Indonesia.

Widyastuti, Y.E. 1996. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31092/kuat.v1i1.455

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 KUAT : Keuangan dan Akuntansi Terapan



Indexed by

Creative Commons License

Jurnal KUAT by Unit Penerbitan PKN STAN is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright © 2020, Politeknik Keuangan Negara STAN. All Rights Reserved.