PENGABDIAN : MENCIPTAKAN VALUE ADDED (NILAI TAMBAH) KRIPIK TEMPE SAGU MELALUI VARIASI RASA DAN INOVASI KEMASAN

Authors

  • Rahma Yuliani Universitas Lambung Mangkurat
  • Widyakanti Widyakanti Administrasi Publik, FISIP Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.31092/kuat.v2i2.990

Keywords:

UMKM, kemasan, label, keamanan

Abstract

Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) begitu pesat. Untuk mendorong pertumbuhan UMKM di  kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Pemerintah Kota  telah memberikan bantuan dan pelatihan agar UMKM dapat menembus pasar modern. Usaha mikro  kecil menengah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Usaha kecil menengah pada pengabdian ini adalah beberapa usaha mikro pada Kelurahan Kelayan kota Banjarmasin. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan nilai tambah keripik tempe “Ridho” sehingga produk ini dapat dijual di pasar modern. Permasalahan mitra dalam kegiatan ini adalah proses produksi masih menggunakan alat-alat yang sangat tradisional, kemasan produk yang sangat sederhana , label yang kurang menarik dan belum adanya P-irt  sehingga produk ini hanya sampai pada pasar tradisional. Hasil dari kegiatan ini adalah proses produksi yang lebih cepat  dengan menggunakan mesin pemotong keripik tempe, kemasan menggunakan standing pouch,  desain label  menarik, adanya sertfikat keamanan pangan yang diterbitkam dinas kesehatan Pemerintah kota Banjarmasin maka pangsa pasar keripik tempe sagu meningkat pada pasar modern.

Kata kunci: UMKM, kemasan, label,keamanan

Downloads

Published

2020-11-26