Penerapan Akuntansi Lingkungan Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan Terhadap Lingkungan

Authors

  • Muhammad Suyudi Politeknik Negeri Samamrinda
  • Diyah Permana Politeknik Negeri Samarinda (POLNES)
  • Diki Suganda Politeknik Negeri Samarinda (POLNES)

DOI:

https://doi.org/10.35837/subs.v4i2.1048

Keywords:

Akuntansi Lingkungan, Biaya Lingkungan, Pertambangan, Quadrangle Bottom Line, Reklamasi Lahan Bekas Tambang

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan akuntansi lingkungan sebagai per¬tanggung¬jawaban perusahaan terhadap lingkungan, perlakuan akuntansi lingkungan, dan aktivitas lingkungan PT Indominco Mandiri ditinjau dari konsep Quadrangle Bottom Line (QBL). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Indo¬minco Mandiri telah menerap¬kan akuntansi lingkungan pada bentuk reklamasi lahan bekas tambang, mem¬perlakukan biaya lingkungan sebagai biaya produksi yang dicatat pada sub-sub unit sejenis dalam laporan laba-rugi dan reklamasi lahan bekas tambang oleh PT Indominco Mandiri mem¬berikan nilai tambah pada aspek lingkungan, aspek ekonomi maupun aspek sosial yang dilaksanakan dengan menanam¬kan nilai-nilai spiritual. Rekomendasi peneliti bahwa pen¬yusunan laporan tentang biaya lingkungan idealnya dihadirkan secara mandiri sebagai laporan pertang-gungjawaban tentang pengelolaan lingkungan. Kegiatan reklamasi lahan bekas tambang idealnya meng¬optimalkan keterlibatan masyarakat sekitar untuk mengoptimalkan nilai tambah (value added) aspek lingkungan, ekonomi dan sosial untuk menempatkan masyarakat menjadi bagian dari perusahaan.

Author Biography

Muhammad Suyudi, Politeknik Negeri Samamrinda

-

References

Agustia, D. (2013). Pelaporan Biaya Lingkungan Sebagai Alat Bantu Bagi Pengambilan Keputu¬san Yang Berkaitan Dengan Pengelolaan Lingkungan, J. Akrual Akunt., vol. 1, no. 2, pp. 190–214.

Aniela, Y. (2011). Peran Akuntansi Lingkungan Dalam Meningkatkan Kinerja Lingkungan Dan Kinerja Keuangan Perusahaan,” Surabaya.

Burhani, D. (2011). Acid Mine Neutralizer: Penanganan Air Asam Tambang, J. Geomine, vol.2, pp. 18-31.

Dariah, A; A. Abdurachman, & D. Subardja. (2010). Reklamasi lahan eks-penambangan untuk perluasan areal pertanian, J. Sumberd. Lahan, vol. 4, no. 1, pp. 1–12.

Daru, T.P, Pagoray, H., & Suhardi. (2016). Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang Batubara Sebagai Usaha Peternakan Sapi Potong Berkelanjutan. Jurnal Ziraa’ah, 41, 382–393.

Estianto. G.B; and H. A. Purwanugraha. (2014). Analisis Biaya Lingkungan Pada Rsud Dr. Moewardi Surakarta, J. Ekon., pp. 1–12.

Herlina, N. (2015). Permasalahan Lingkungan Hidup dan Penegakan Hukum Lingkungan di Indonesia,” J. Ilm. Galuh Justisi, vol. 3, no. 2.

IFAC. (2005). International Federation of Accountants, International Guidance Document : Environmental Management Accounting. New York.

Ikhsan, A. (2009).Akuntansi Manajemen Lingkungan, Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Iskandar, Suwardi, & Suryaningtyas. (2013). Reklamasi Lahan-Lahan Bekas Tambang: Beberapa Permasalahan Terkait Sifat-sifat Tanah dan Solusinya, pp. 29–30.

Islamey, F.E. (2016). Perlakuan akuntansi lingkungan terhadap pengelolaan limbah pada rumah sakit paru jember,” J. Fak. Ekon. Univ. Muhammadiyah Jember, pp. 1–20.

Jaya, H. (2015). Analisis Penerapan Akuntansi Biaya Lingkungan Terhadap Laba Perusahaan PT Imeco Batam Tubular,” J. Meas., vol. 9, no. 1, pp. 59–77.

Juniah, R; Dalimi, M. Suparmoko; Moersidik. (2013). Dampak Pertambangan Batu bara Ter¬ha¬dap Kesehatan Masyarakat Sekitar Pertambangan Batubara (Kajian Jasa Lingkungan Sebagai Penyerap Karbon), J. Ekol. Kesehat., vol.12, no.1, pp.252–258.

Kartomo; L. Sudarman (2019).Dasar-Dasar Akuntansi, Pertama. CV Budi Utama.

Lubis, H. Z. & A. Diani (2018). Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan (Green Accoun¬ting) Dalam Pengelolaan Limbah Perusahaan, in Prosiding Konferensi Nasional Ke- 8 Asosiasi Program Pascasarjana PT. Muhammadiyah’ Aisyiah (APPPTMA).

Miharja, M.O. H; A. D. Setyo, & H. P. Hardi (2015), Iimplikasi Hukum Terkait Pertambangan Rakyat Dalam Bidang Minerba Di Indonesia, J. Huk.

Moorthy. K. & P. Yacob, (2013). Green Accounting : Cost Measures,” J. Sci. Res., vol. 2013, no. January, pp. 4–7.

Nurhasanah.(2018). Kajian Green Accounting pada RSUD Labuang Baji Makassar, Makassar.

Nurhapni; Burhanudin. (2013). Kajian Pembangunan Sistem Drainase Berwawasan Ling¬kung¬an Di Kawasan Perumahan, J. Perenc. Wil. Dan Kota, Vol. 11, No. 1, Pp. 1–12.

Oktorina, S. (2017). Kebijakan Reklamasi dan Revegetasi Lahan Bekas Tambang ( Studi Kasus Tambang Batubara Indonesia),” vol. 3, no. 1, pp. 16–20.

Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Minera Nomor 07 Tahun 2014. Tentang Pelaksanaan Reklamasi Dan Pascatambang Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara.

Republik Indonesia. (2008). Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun2008. Tentang Reklamasi Dan Penutupan Tambang.

Republik Indonesia. (2012).Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan

Republik Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 Tentang Reklamasi dan Pascatambang.

Republik Indonesia. (1999). Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

Perdana. Galih B.K. (2015). Penerapan Akuntansi Lingkungan Sebagai Bentuk Pertanggung-jawaban Perusahaan Terhadap Lingkungan (Studi Kasus pada PT. Pesona Khatulis¬tiwa Nusantara). Yogyakarta.

Rahmawaty. (2012). Restorasi Lahan Bekas Tambang Berdasarkan Kaidah Ekologi,” USU Digit. Libr.

Rahmatillah, S. &T. Husen. (2018). Penyalahgunaan Pengelolaan Pertambangan Terhadap Kerusakan Lingkungan Hidup Di Kecamatan Kluet Tengah, J. LegitimasI, vol. VII, no. 1, pp. 149–171.

Rohelmy, F. A. Z. ZA, & R. R. Hidayat. (2015). Efektivitas Penerapan Biaya Lingkungan Dalam Upaya Meminimalkan Dampak Lingkungan (Studi pada PT. Emdeki Utama),” J. Adm. Bisnib, vol. 2, no. 2, pp. 1–10.

Riyono, B. (2011). Pentingnya Psikologi Spiritual Untuk Pengembangan Kepemimpinan Bermoral.Bul. Psikol., vol. 17, no. 1, pp. 11–16.

Saputra, Komang Adi K, N. P. R. Martini, & P.D. Pradnyanitasari. (20150.Akuntansi Sosial dan Lingkungan, Pertama. Denpasar: Indomedia Pustaka.

Suartana, I.W. (2015). Akuntansi Lingkungan dan Tripple Bottom Line Accounting: Paradigma Baru Akuntansi Bernilai Tambah.J. Bumi Lestari, pp. 105–112.

Suyudi, M. (2012). “(QBL) Dalam Praktik Sustainability Reporting Dimensi ‘Spiritual Perfor-mance',” J. Akuntansi. Multi Paradigma., vol. 3, no. April, pp. 1–14.

Suyudi, M. (2013). Environmental Accounting, Konsep Quardrangle Bottom Line (QBL), Penerbit UM. Press. Universitas Negeri Malang.

Suyudi. M. & R. Wulaningrum. (2019), Penerapan Akuntansi Lingkungan Dengan pende¬ka¬tan Corporate Social Responsibility (CSR) pada Perusahaan Pertambangan Batubara PT Kaltim Prima Coal Sangatta, J. Akunt. Multi Dimensi., vol. 2, pp. 97–103.

Syafrianto, M. K. (2016). Kajian pemanfaatan lahan bekas tambang batubara di kabupaten balangan provinsi kalimantan selatan sebagai lahan perkebunan. Jurnal Ilmu Tambang, 1(2), 88-95.

Wardoyo, S. (2018). Reklamasi Lahan Bekas Tambang Terbuka Yang Berwawasan Lingkung¬an, Agros J. Ilm. Ilmu Pertan., vol. 10, no. 1, pp. 43–55.

Wahyudin, I; S. Widodo, & A. Nurwaskito. (2014). Analisis penanganan air asam tambang batubara, J. Geomine, vol. 6, no. 2, pp. 85–89.

Wahyudi.(2014). Analisis Pengalokasian dan Penyajian Biaya Lingkungan.” Universitas Kristen Satya Wacana Medan.

Yudhistira, A. (2016). Pengelolaan Pertambangan Mineral Batuan Setelah Terbitnya Undang-Undang 23 Tahun 2014 oleh Pemerintah Kabupaten Kudus,” Semarang.

Yusron, M. (2012). Pengolahan Air Asam Tambang. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2012.

Published

2021-01-12

Issue

Section

Akuntansi