Measuring Government Tax Effort: Value Added Tax Elasticity and Buoyancy

Authors

  • Hanafi Risdiawan Direktorat Jenderal Pajak
  • nurhidayati nurhidayati Politeknik Keuangan Negara STAN

DOI:

https://doi.org/10.31092/jurnal%20pkn.v2i1.817

Abstract

Value Added Tax (VAT) elasticity and buoyancy calculations can help identify weaknesses in the tax structure and formulate better tax strategies. The concept of tax elasticity and buoyancy also produces estimates of the efficiency of the tax system, namely the ability to be able to mobilize tax revenue with or without changes in tax policy. In calculating tax buoyancy, this research used linear regression and dummy variable method was used to measure tax elasticity. Based on this study, VAT is inelastic but relatively buoyant. The coefficient of elasticity of VAT revenue is less than one. This explains that VAT revenue growth is not responsive to the growth of the tax base.

Elastisitas dan bouyansi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dapat membantu mengidentifikasi kelemahan dalam struktur pajak dan merumuskan strategi pajak yang lebih baik. Konsep elastisitas dan daya apung pajak juga menghasilkan perkiraan efisiensi sistem pajak, yaitu kemampuan untuk dapat memobilisasi pendapatan pajak dengan atau tanpa perubahan kebijakan pajak. Dalam menghitung pajak apung, penelitian ini menggunakan regresi linier. dan Metode variabel dummy digunakan untuk mengukur elastisitas pajak. Berdasarkan penelitian ini, PPN tidak elastis tetapi relatif ringan. Koefisien elastisitas pendapatan PPN kurang dari satu. Ini menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan PPN tidak responsif terhadap pertumbuhan basis pajak

Downloads

Published

2020-09-30