ANALISIS PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN TERHADAP YOUTUBER DAN SELEBGRAM
DOI:
https://doi.org/10.31092/jaa.v2i1.1351Abstract
Entertainment continues to change along with technological developments. People will always need entertainment in their spare time. Coupled with the Covid-19 pandemic, all activities must be carried out online from home. Youtube is a platform that contains various kinds of video content ranging from music, movies, to podcasts. Youtubers use this opportunity to earn money by creating content that people are interested in. Instagram is also a rising photo and video sharing social media platform. Selebgram (Instagram celebrities) earn income from promoting products. The purpose of this study is to analyze the imposition of income tax from each type of income earned by youtubers and celebrities. The method used in this study is a qualitative method. The results of this study indicate that youtubers and celebrities earn several types of income, namely from google adsense, brand deals/product placements, merchandise sales, professional speakers, patreon, paid endorsements, and paid promote. Each type of income is subject to different articles and rates based on the Income Tax Law. All of these incomes are objects of income tax that have the potential to increase state revenues.
References
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undangundang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2009
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak. (2016). Diakses tanggal 18 Februari 2021, dari https://jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2016/101~PMK.010~2016Per.pdf
Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-9/PMK.03/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK.03/2014 tentang Surat Pemberitahuan (SPT). (2018). Diakses tanggal 16 Mei 2021, dari https://jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/2018/9~PMK.03~2018Per.pdf
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per- 17/PJ/2015 tentang Norma Penghitungan Penghasilan Neto. Diakses tanggal 18 Februari 2021, dari https://www.pajak.go.id/sites/default/files/2019-03/PER%20-%2017.PJ_.2015.pdf
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-16/Pj/2016 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran Dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan/Atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, Dan Kegiatan Orang Pribadi. (2016). Diakses tanggal 24 Februari 2021, dari https://pajaksite.files.wordpress.com/2016/11/lampiran-per-16-pj-2016-29-sept-2016.pdf
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-05/PJ/2017 tentang Pembayaran Pajak Secara Elektronik. (2017). Diakses tanggal 16 Mei 2021, dari https://www.pajak.go.id/sites/default/files/2019-03/PER%20-%2005.PJ_.2017.pdf
Adelina, Alya. (2019). Pengaturan pajak penghasilan bagi profesi selebgram. Jurist-Diction. 2. 773. Doi: 10.20473/jd.v2i3.14289.
Arifah, Nanda Putri & Carolina, Novi Mustikarini. (2016). Paid promote sebagai media promosi produk delicy dalam meningkatkan konsumen potensial. Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis, Vol. 1, 307-312. Diakses dari https://journal.uc.ac.id/index.php/performa/article/view/173/159
Arifuddin, M. R. & Irwansyah. (2019). Dari foto dan video ke toko: perkembangan instagram dalam perspektif konstruksi sosial. Jurnal Komunikasi Dan Kajian Media, Vol. 3, 35-55. Diakses dari https://jurnal.untidar.ac.id/index.php/komunikasi/article/download/1256/908
Atta Halilintar's YouTube Stats (Summary Profile) - Social Blade. (2021). Diakses tanggal 14 Mei 2021, dari https://socialblade.com/youtube/c/attahalilintar
Chandra, Edy. (2017). Youtube, citra media informasi interaktif atau media penyampaian aspirasi pribadi. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, Vol. 1, 406-417. Diakses dari https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/view/1035
Dermawan, Irvan. (2019). Pengenaan pajak penghasilan bagi youtuber di indonesia. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/337085682_Pengenaan_Pajak_Penghasilan_Bagi_Youtuber_Di_Indonesia
Direktorat Jenderal Pajak. (n.d.). Halaman regulasi DJP. Diakses tanggal 16 Februari 2021, dari https://pajak.go.id/id/regulasi-page
Fahmi, Irfan. (2019). Analisis semiotika “youtube rewind bandung 2018†karya komunitas youtube kreator bandung. Skripsi. Diakses dari http://repository.unpas.ac.id/43214/1/BAB%20II%20IRFAN%20REV.pdf
Faiqah, Fatty, Muh., Nadjib, Andi, Subhan Amir. (2016). Youtube sebagai sarana komunikasi bagi komunitas makassarvidgram. Jurnal Komunikasi KAREBA, Vol. 5, 259-272. Diakses dari https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/1905/1063
Faisal, Gatot S. M. (2009). How to be a smarter tax payer: bagaimana menjadi wajib pajak. Jakarta: Grasindo. Diakses dari https://books.google.co.id/books?id=qF2U176m90sC&printsec=frontcover&hl=id#v=snippet&q=pekerjaan%20bebas&f=false
Hermawan, Daniel. (2017). Content creator dalam kacamata industri kreatif: peran personal branding dalam media sosial. Diakses dari http://repository.unpar.ac.id/bitstream/handle/123456789/7824/maklhsc472_Daniel_Content%20creator-p.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Hermawan, Daniel. (2018). Peran Personal Branding Dalam Media Sosial. Content creator dalam kacamata industri kreatif. Diakses dari http://hdl.handle.net/123456789/7824
Kansha, Delavira Rahmalia. (2017). Efektivitas penggunaan endorsement oleh online shop giyomi di media sosial instagram. Diakses dari http://repository.unair.ac.id/67927/2/Sec.pdf
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (n.d.) Tata cara pendaftaran NPWP. Diakses tanggal 16 Mei 2021, dari https://www.kemenkeu.go.id/page/tata-cara-pendaftaran-npwp/
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2019. (2020). Diakses tanggal 15 Februari 2021, dari https://www.kemenkeu.go.id/media/15858/lkpp-2019.pdf
Lestari, Ainul Dian, Nurmantu, Safri, & Vikaliana, Resista. (2019). Analisis pelaksanaan pengawasan pengenaan pajak penghasilan atas penghasilan youtubers pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2018. Jurnal Reformasi Administrasi, 6(2), 144-145. Diakses dari https://ojs.stiami.ac.id/index.php/reformasi/article/download/528/338
Maharsi, Sri. (2000). Pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap bidang akuntansi manajemen. 2(2). 127-137. Diakses dari http://puslit.petra.ac.id/journal s/accounting/
Maulida, Rani. (2018). Cara menghitung pajak youtuber. Diakses 5 November 2020, dari https://www.online-pajak.com/tentang-pph-final/pajak-youtuber
Novika, Soraya. (2020). Segini penghasilan youtuber yang bikin orang rela bikin konten ‘sampah’. Diakses 5 November 2020, dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5120555/segini-penghasilan-youtuber-yang-bikin-orang-rela-bikin-konten-sampah
Novitasari, Indah. (2020). Selebgram dikenakan pajak?. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune. 3. 54-68. Doi: 10.30996/jhbbc.v3i1.3078
Pangalila, Regina M., David, Saerang. Winston, Pontoh. (2016). Analisis penghitungan dan pelaporan pajak penghasilan pasal 21 pegawai badan pelayanan perizinan terpadu dan penanaman modal daerah (bppt & pmd) kota bitung. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Vol. 16, No. 03, 860-869. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jbie/article/download/13581/13167
PKN STAN. (n. d.). Bahan ajar Perpajakan 2, Teori dan Praktek.
Poghosyan, Anna, MBA., (2015). Celebrity endorsement as one of nowadyas major ways to influence consumer buying behaviour. European Scientific Journal, 30-38. https://eujournal.org/index.php/esj/article/view/5494/5284
Pratama, Akhdi Martin. (2020). Pengguna internet Indonesia hingga kuartal II 2020 capai 196,7 juta orang. Diakses 5 November 2020, dari https://money.kompas.com/read/2020/11/09/213534626/pengguna-internet-indonesia-hingga-kuartal-ii-2020-capai-1967-juta-orang
Pratama, Kevin Rizky. (2021). Ini contoh hitungan pajak youtuber yang diminta pemerintah AS. Diakses 16 Mei 2021, dari https://www.google.co.id/amp/s/amp.kompas.com/tekno/read/2021/03/12/06140057/ini-contoh-hitungan-pajak-youtuber-yang-diminta-pemerintah-as
Salma, Aqida Nuril. (2017). Pengaruh sponsorship dalam meningkatkan brand awareness (studi pada sponsorship Garuda Indonesia terhadap Liverpool FC sebagai global official airline partner). Interdisciplinary Journal of Communication, Vol. 2, 1-26. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/223894-pengaruh-sponsorship-dalam-meningkatkan.pdf
Setiawan, Daryanto. (2018). Dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap budaya. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study. 4. 65. Doi: 10.31289/simbollika.v4i1.1474.
Thahjono, Mazda Eko Sri. (2015). Analisis pengenaan pajak final dan non final pada perusahaan jasa konstruksi di BEI. Jurnal Ekonomi, Vol. 6, 1-8. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/78355-ID-analisis-pengenaan-pajak-final-dan-non-f.pdf
Tjia, Erwin. (2020). Aspek hukum pajak penghasilan profesi youtuber dan selebgram media sosial di Indonesia. Diakses dari Universitas Sumatera Utara, Repositori Institusi USU http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/
Wahyudi, Hendro Setyo, & Sukmasari, Mita Puspita. (2014). Teknologi dan kehidupan masyarakat. Jurnal Analisa Sosiologi. 3(1). 13. Diakses dari https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/viewFile/
Wati, Hera. (2019). Pengaruh selebgram sebagai celebrity endorsement terhadap perilaku konsumtif mahasiswi. Jurnal UPI, Vol. 9, 722-727. DOI: http://dx.doi.org/10.17509/ijost.v4i1.xxx. p- ISSN 2088-575X e- ISSN 2528-4657. Diakses dari https://ejournal.upi.edu/index.php/sosietas/article/download/22822/1121
Watung, Debora Natalia. (2013). Analisis perhitungan dan penerapan pajak penghasilan pasal 21 serta pelaporannya. Jurnal EMBA, Vol.1, No.3, Hal. 265-273. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/1735
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Septina Vera Wijayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





