Kontribusi Aktif Pemerintah Pada Penanganan Isu GRK dan Perubahan Iklim Global

Authors

  • Adi Wicaksono PKN STAN

DOI:

https://doi.org/10.31092/jaa.v3i1.1719

Keywords:

Emisi GRK, Perubahan Iklim, Pemanasan Global, Anggaran

Abstract

Gas rumah kaca (GRK) merupakan gas-gas yang terkumpul dan terakumulasi di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca ( greenhouse effect ) sehingga menjadikan pemanasan global ( global warming ) dan perubahan iklim ( climate change ).). akibat negatif dari emisi GRK dan perubahan iklim menurut para ahli dan pengamat perubahan iklim global akan mempengaruhi kehidupan manusia di seluruh permukaan bumi di masa depan jika tidak segera dimitigasi. Isu perubahan iklim dan penanganan GRK menjadi topik yang sangat penting di dunia, sehingga pada tahun 2016 terciptalah kesepakatan Paris dimana hasil dari kesepakatan ini mengharuskan seluruh negara yang hadir termasuk Indonesia untuk berkontribusi secara aktif dalam melakukan mitigasi GRK dan perubahan iklim. Komitmen pemerintah Indonesia dalam melakukan penanganan GRK dan perubahan ditandai dengan diresmikannya isu perubahan iklim sebagai isu prioritas dalam RPJMN 2020-2024. Dalam pelaksanaannya pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran khusus dalam APBN dalam isu perubahan iklim dan penanganan GRK. Target pemerintah Indonesia dalam penurunan emisi GRK (NDC) hingga tahun 2030 membutuhkan dana sebesar Rp3.461 triliun atau setiap tahun memerlukan alokasi sebesar Rp 266,2 triliun. Pendanaan anggaran merupakan instrumen yang sangat penting dalam pelaksanaan program RAN/RAD-GRK demi tercapainya tujuan globalnol emisi pada tahun 2050.

References

Ahmad El Zein, N. C. (2015). The Effect of Greenhouse Gases on Earth’s Temperature. International Journal of Environmental Monitoring and Analysis, 3(2), 74-79. https://doi.org/10.11648/j.ijema.20150302.16

BKF Kementerian Keuangan.(2020). Laporan Anggaran Mitigasi dan Adaptasi Perubahan IklimTahun 2018-2020. Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

BKF, Kementerian Keuangan. (2019). Pendanaan Publik untuk Pengendalian Perubahan Iklim Indonesia 2016-2018. Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan.

IEA (2022), Tinjauan Energi Global: Emisi CO2 pada tahun 2021, IEA, Paris

[IPCC] Intergovermental Panel on Climate Change 2006. IPCC Guideline for National Green House Gass Inventories. (2006). Volume 4 Agriculture, Forestry and Other Land Use. National Green House Gass Inventories Programme. IGES. Japan.

IPCC (Intergovernmental Panel on Climate change). (2007). Industry. Climate change 2007, 447-496.

Kementerian PPN/Bappenas. (2019). Laporan Implementasi Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon. Kementerian PPN/Bappenas.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2020). Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi (MPV) Tahun 2020. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim.

Kementerian PPN/Bappenas.(2011)Pedoman Pelaksanaan Rencana Aksi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Kementerian PPN/Bappenas.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2012). Hari lingkungan hidup sedunia, 5 Juni 2012: Ekonomi hijau : ubah perilaku, tingkatkan kualitas lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup

Manuri. S, Chandra A.S.P, Agus D.S. (2011). Teknik Pendugaan Cadangan Karbon Hutan. Merang REDD Pilot Project - German International Coorporation (MRPP-GIZ).

Mosier, A.R. (2001). Exchange of gaseous nitrogen compound between agricultural system and the atmosphere, Plant Soil 228:17-27.

Oenema, O., N. Warage, G.L. Velthof, J.W. van Gronigen, J. Dolfing, and P.J. Kuikman. (2005). Trends in global nitrous oxide emission from animal production systems. Nutr. Cycl. Agroecosyst. 72: 51-65.

Okezone. (2014, 13 Juli). Hadapi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Kembangkan Kerangka Fiskal : Okezone economy . https://ekonomi.okezone.com/.

Paustian, K., B.A. Babcock, J. Hatfield, R. Lal, B.A. McCarl, S. Maclaughin, A. Mosier, C. Rice, G.P. Robertson, and D. Zilbermen. (2004). Agricultural Mitigation of Greenhouse Gases: Science and Policy option. CAST Report R 141 2004. 120 pp.

Pratama, R. (2019). Efek rumah kaca terhadap bumi. Buletin Utama Teknik, 14(2), 120-126.

Smith, K.A. and F. Conen. (2004). Impact of land management on fluxes of trace greenhouse gases. Soil Use Manag. (20): 255-263.

Watson, H. L. (2006). Climate: US has always made IPCC drafts available. Nature, 441(7092), 406-406.https://doi.org/10.1038/441406b

Published

2024-03-06

How to Cite

Wicaksono, A. (2024). Kontribusi Aktif Pemerintah Pada Penanganan Isu GRK dan Perubahan Iklim Global. JURNAL ACITYA ARDANA, 3(1), 45–58. https://doi.org/10.31092/jaa.v3i1.1719