Model dan Strategi Pentingnya Perencanaan Keuangan untuk Menghadapi Masa Pensiun pada Era Industrialisasi 4.0 di Kota Surakarta

Authors

  • Tetuko Rawidyo Putro Universitas Sebelas Maret
  • Riwi Sumantyo Universitas Sebelas Maret
  • Hery Sulistio Jati Nugroho Sriwijanto Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.31092/kuat.v4i2.1769

Keywords:

Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Perencanaan Keuangan, Layanan Digital Keuangan, Online Trading Application, Pensiun

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Model dan Strategi Pentingnya Perencanaan Keuangan untuk Menghadapi Masa pensiun pada Era Industrialisasi 4.0 di Kota Surakarta yaitu pemahaman tentang perencanaan keuangan dan implementasi dari layanan digital keuangan dan online trading di pasar modal bagi masyarakat khususnya karyawan/pegawai instansi pemerintah maupun non pemerintah di Kota Surakarta. Kegiatan PKM ini didasarkan pada permasalahan: (1) Masyarakat Kota Surakarta banyak yang belum paham dalam membuat perencanaan keuangan. (2) Masyarakat Kota Surakarta masih banyak yang belum memahami tentang investasi di sektor keuangan. Biasanya, masyarakat lebih familiar terhadap investasi riil dalam bentuk tanah, gedung, atau membuka usaha.  (3) Masyarakat Kota Surakarta banyak yang belum pernah mendapatkan pelatihan tentang layanan digital keuangan dan cara menggunakan aplikasi perdagangan online untuk jual beli saham. Kegiatan PKM ini menerapkan tiga metode. Pertama, tahapan persiapan pengembangan konseptual dan teknik operasional yang membahas tips dan trick dalam membuat rencana keuangan, serta bagaimana sistem dari layanan digital keuangan dan melakukan jual/beli saham secara daring (dalam jaringan). Kedua, tahapan pelatihan penggunaan layanan digital keuangan dan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu, tahapan selanjutnya adalah tahapan evaluasi. Hasil yang ditargetkan dari kegiatan PKM ini yaitu masyarakat khususnya karyawan/pegawai instansi pemerintah maupun non pemerintah di Kota Surakarta mampu membuat perencanaan keuangan maupun transaksi di pasar modal. Kegiatan ini juga ditargetkan mampu menambah pengetahuan dasar dan keterampilan masyarakat Kota Surakarta untuk membuat perencanaan keuangan, melakukan transaksi di layanan digital keuangan, maupun melakukan perdagangan saham di pasar modal sehingga dapat mencapai tujuan keuangan yaitu kebebasan finansial (financial freedom) di masa pensiun.

References

Ansori, M. (2009). Consumerism and the emergence of a new middle class in globalizing Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2017). Indeks kebahagian Indonesia tahun 2017. BPS: Indonesia.

Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil. 2016. Gambaran Umum Kota Surakarta. Diakses pada 7 Februari 2019, dari https://www.bapppeda.surakarta.go.id.

Galela, M. R. (2016). Analisis Penyelenggaraan Jaminan Pensiun Harapan dan Tantangan Implementasi Pp No. 45 Tahun 2015. Info Artha, 5, 17-24.

Modigliani, F., & Ando, A. (1963). The life cycle hypothesis of saving: aggregate implications and tests. American economic review, 53(1), 55-84.

Mukku, S. S. R., Harbishettar, V., & Sivakumar, P. T. (2018). Psychological morbidity after job retirement: A review. Asian journal of psychiatry, 37, 58-63.

Newman,& Newman. 2006. Development Through Life. A Psychosocial Approach 9th edition.USA: Thomson Wadsworth.

Senduk, Safir, 2001. Mengelolah Keuangan Keluarga. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Taft, M. K., Hosein, Z. Z., Mehrizi, S. M. T., & Roshan, A. (2013). The relation between financial literacy, financial wellbeing and financial concerns. International journal of business and management, 8(11), 63.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.

Wijaya, A., Zainurossalamia, S., & Darma, D. C. (2020). Life-cycle hypothesis for consumption pattern: Example from Indonesia. International Journal of Advanced Science and Technology, 29(4), 4712-4720.

Downloads

Published

2022-11-30

How to Cite

Putro, T. R., Sumantyo, R. ., & Sriwijanto, H. S. J. N. . (2022). Model dan Strategi Pentingnya Perencanaan Keuangan untuk Menghadapi Masa Pensiun pada Era Industrialisasi 4.0 di Kota Surakarta. KUAT : Keuangan Umum Dan Akuntansi Terapan, 4(2), 129–133. https://doi.org/10.31092/kuat.v4i2.1769