KINERJA PERDAGANGAN INDONESIA-SINGAPURA DAN MALAYSIA
DOI:
https://doi.org/10.31092/jpbc.v6i1.1540Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja ekspor dan daya saing serta posisi beberapa komoditas unggulan Indonesia ke Singapura dan Malaysia. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dan pendekatan yang digunakan adalah Constant Market Share Analysis (CMSA) dan Revealed Comparative Advantage (RCA). Sumber data berasal dari UN Comtrade dan Badan Pusat Statistik untuk produk HS 4 digit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan Indonesia dengan Singapura selama tiga tahun terakhir (2018-2020) mengalami defisit, sedangkan dengan Malaysia mengalami surplus. Negosiasi yang intens dengan Singapura sangat diperlukan untuk membuka peluang akses dagang guna menutup defisit neraca perdagangan. Pemerintah diharapkan terus mendorong pengembangan produk-produk unggulan bernilai tambah tinggi seperti industri kimia, industri mesin dan listrik serta tekstil. Disamping itu terus didorong program hilirisasi nasional produk mineral dan logam. Termasuk mempertimbangkan kembali pengembangan dan penambahan industri pengilangan minyak dan gas sehingga dapat dikurangi impor produk migas hasil olahan dari kedua negara.
References
Adriana Elisabeth. (2016). Grand Design Kebijakan Luar negeri Indonesia (2015-2025). Pusat Penelitian Politik LIPI. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016
Balassa. (1989). Comparative Advantage, Trade Policy and Economic Development. New York: Harvester wheatsheaf.
Bisnis Indonesia. (2018). Belanda Jadi Pintu Masuk Ekspor Produk Manufaktur. Diunduh tanggal 30 Januari 2019 jam 08:20 https://ekonomi.bisnis.com/read/20180516/257/796035/belanda-jadi-pintu-masuk-ekspor-produk-manufaktur
Ceicdata.com. 2021. Indicator Trade Balance. diunduh tanggal 28 Agustus 2021 jam 12.34 WIB, dari https://www.ceicdata.com/id/indicator/vietnam/trade-balance
Cnbc Indonesia.com. 2021. Geger Skandal Impor Emas Singapura Rp 47 Triliun. Diakses tanggal 18 Oktober 2021 jam 23.05 WIB, dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20210614234720-4-253100/geger-skandal-impor-emas-singapura-rp47-triliun
Cnnindonesia.com. 2021. Diakses tanggal 7 Nopember 2021 jam 10.30 WIB, dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210929192508-92-701237/ri-defisit-dagang-dengan-australia-karena-impor-daging-sapi
Galura, A. Cakra & Jono M. Munandar. (2020). Analisis Daya Saing Komoditas Teh Hitam Curah Indonesia di Pasar Global (Studi Kasus Di Negara Rusia). Jurnal Manajemen dan Organisasi (JMO), Vol. 11 No. 1, April 2020, hal. 57-70
Hasanah, S. Rufita. (2020). Mapping Indonesia’s Competitiveness and Specialization with Its Major Trading partners. Bappenas Working Papers Volume III No. 1 – Maret 2020, hal 101-108
Kawai, M. & Wignaraja, G. (2013). Policy challenges posed by Asian FTAs, Centre for Economic Policy Research (CEPR), London.
Kemendag. (2015). Laporan Akhir Analisis Potensi dan Manfaat Rantai Nilai Kawasan Regional Comprehensive Economic Partnership Bagi Indonesia. Retrieved from: http://bppp.kemendag.go.id/media_content/2017/08/Analisis_Potensi_Rantai_Nilai_Kawasan_RCEP_Bagi_Indonesia.pdf
Kementerian Perdagangan. (2020). Rencana Strategis 2020-2024. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Kemendag. p. 1-74
Moenardy, Dwi F. et al. (2020) Indonesia’s Strategy in Facing the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Palarch's Journal of Archaeology of Egypt/Egyptology, Vol. 17 no. 10 (2020). p. 1164-1177
Nurrahma Tsurayya. (2013). The Impact of Trade Liberalisation on Technical Efficiency of Indonesia Manufacturing Firms. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia. Vol. 14 No. 1 Juli 2013: 8-108
Nugroho, A. (2020). Peluang dan Tantangan RCEP. Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.
Rakhman, N. (2016). Posisi dan potensi Indonesia dalam global Value Chain (GVC) di kawasan RCEP. Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3), Kementerian Perdagangan.
Romarina, Arina. (2016). Economic Resilience pada Industri Kreatif Guna Menghadapi Globalisasi dalam rangka ketahanan nasional. Journal of Social and Political Studies. Volume 15 Issue 1, 2016. p. 34-52
Syadullah, M. & Ardiansyah, B. G. (2014). Regional Comprehensive Economic Partnership. The Indonesia Quarterly, p. 42
Sinaga, M Bonar. (2007). Keterkaitan Sektor Ekonomi dan Distribusi Pendapatan di Jawa: menggunakan pendekatan Social Accounting Matrix.
Suwarno & dkk. (2012). Keunggulan Kompetitif dan Penawaran Ekspor Tuna Indonesia di Pasar Internasional Market Share Constant Analysis. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan Vol. 1 No. 2, hal. 120-143
Tambunan, T. (2001). Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran, Teori dan temuan Empiris, LP3ES, Jakarta
The Diplomat. (2020). RCEP: The Future of Trade in Asia. Diunduh tanggal 12 Maret 2021, dari https:// thediplomat.com/2020/12/rcep-the-future-of-trade-in-asia/
Verico, K (2020). The weighted composite index analysis of Indonesia’s bilateral economic agreements. Journal of Asia–Pacific Studies, 38(Special Issue for the Retirement of Professor Shujiro Urata), 121-136.
Ulfah, M. & Felianty, T.A. (2017). Analysis of Competitiveness and the Impact Prediction of Indonesia’s Participation in Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Asia Pacific Business and Economics. Conference.ui.ac.id
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
