ANALISIS IMPLEMENTASI BBM SEBAGAI OBYEK CUKAI
DOI:
https://doi.org/10.31092/jpbc.v6i2.1775Abstract
Pada tahun 2020, Indonesia menduduki peringkat ke-9 negara paling tercemar dari 106 negara. Penyebab utama pencemaran adalah bahan bakar minyak. Sementara itu, pengeluaran devisa untuk impor bahan bakar minyak mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Alternatif pengendalian bahan bakar minyak adalah dengan mengenakan cukai pada bahan bakar minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah bahan bakar minyak layak untuk dikenakan dan dipungut cukai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Kelayakan diukur dengan menggunakan lima parameter, yaitu filosofis, hukum, sosial ekonomi, referensi (praktik terbaik), dan operasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan bakar minyak memenuhi kriteria untuk dijadikan objek cukai dan layak untuk dikenakan pungutan cukai. Tarif cukai spesifik adalah pilihan yang paling mungkin. Saat pelunasan cukai dibayar di kawasan pabean dan di pabrik. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki sumber daya teknis dan administratif yang mampu melakukan pemungutan cukai bahan bakar.
References
UU No. 11 Tahun 1995 Tentang Cukai, LN 1995 No. 75 TLN 3613 UU No. 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 1995 Tentang Cukai, LN 2007 No. 105 TLN 4755.
Chandra, E. M., & Gufraeni, R. (2011). Kajian ekstensifikasi barang kena cukai pada minuman ringan berkarbonasi. BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 16(3).
Cnossen, S. (2010). Excise Taxation in Australia: Melbourne Institute – Australia's Future Tax and Transfer Policy Conference : proceedings of a conference, 236-243.
Eskeland, G. S. (1994). A presumptive Pigovian tax: complementing regulation to mimic an emissions fee. The World Bank Economic Review, 8(3), 373-394.
Fachrudin, M. (2018, February). Analisis Fisibilitas Minuman Berpemanis Sebagai Obyek Cukai Dan Penerapan Pemungutannya Di Indonesia. In Proseding Seminar Nasional Akuntansi (Vol. 1, No. 1).
Fajar, M. (2006). Perlakauan Pajak Penghasilan atas Uplift pada Industri Hulu Migas. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, Bisnis & Birokrasi, 14(3).
Firdaus, A. (2019). Analisis Fisibilitas Usulan Pengenaan Cukai Atas Bahan Bakar Minyak. Universitas Brawijaya.
Freebairn, J. (2009). Environmental taxation and its possible application in Australia.
Kristiaji B.B., & Yustisia D., (2019) DDTC Working Paper 1919: Komparasi Objek Cukai secara Global dan Pelajaran bagi Indonesia
Karim, I. A. (1995). Ekstensifikasi Barang Kena Cukai dan Permasalahannya. Dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Bea dan Cukai Tahun.
Kemenkeu (2019, September). Darurat Sampah Bukan Fatamorgana. Media Keuangan, 14, 16-26
Kurniawati, L. (2017). Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebagai Environmental Tax. JURNAL PAJAK INDONESIA (Indonesian Tax Review), 1(2), 57-66.
Kusuma, Y. (2013). Pengaruh Bahan Bakar Pada Aktivitas Transportasi Terhadap Pencemaran Udara. Sigma-Mu, 5(1), 88-101.
Mintz, J. M., & Olewiler, N. D. (2008). A Simple Approach for Bettering the Environment and the Economy: Restructuring the Federal Fuel Excise Tax (p. 32). Sustainable Prosperity.
Novytska, N. V. (2013). European practice in excise taxation on mineral oil products. Management and Development of Financial Systems in Eastern European Countries Current State and Problems.–Cracow, (4), 235-242.
Nugrahini, W. (2019). PENGARUH KEBIJAKAN TARIF DAN HARGA JUAL ECERAN TERHADAPPRODUKSI DAN PENERIMAAN CUKAI ROKOK SIGARET KRETEK MESIN. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai, 3(1).
Preece, R. (2012). Excise taxation of key commodities across South East Asia: a comparative analysis ahead of the ASEAN Economic Community in 2015. World Customs Journal, 6(1), 3-16.
Purwoko, P. (2012). ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENAAN CUKAI ATAS PRODUK KANTONG PLASTIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN. Kajian Ekonomi dan Keuangan, 16(2), 78-105.
Rahmi, N., & Selvi, S. (2021). Pemungutan Cukai Plastik Sebagai Upaya Pengurangan Sampah Plastik. Jurnal Pajak Vokasi (JUPASI), 2(2), 66-69.
Sutrisno, H., & Sutrisno, H. (1996). Tinjauan Kimia pada Pencegahan Polusi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Cakrawala Pendidikan, 76413.
Setyawan, B. (2018). Kajian Pengenaan Cukai Terhadap Gula. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 3(4), 284-295.
Sudarwanto, H. W., Utami, I. W., Asmoro, R., & Wulandari, A. A. (2020). Bahaya Emisi Gas Buang Kendaraan Berbahan Bakar Bensin Dan Menumbuhkan Lingkungan Hijau Di Perkotaan. Prosiding HUBISINTEK, 1, 101-101.
Syrvacheva, E. A., & Kovaleva, A. G. (2020). Excise tax rates on fuel as an indicator of their environmental focus. Язык в Ñфере профеÑÑиональной коммуникации.—Екатеринбург, 2020, 95-101.
Santos, G. (2017). Road fuel taxes in Europe: Do they internalize road transport externalities?. Transport Policy, 53, 120-134.
Suryani, A. S. (2017). Persepsi masyarakat dan analisis willingness to pay terhadap kebijakan kantong plastik berbayar studi di Jakarta dan Bandung. Kajian, 21(4), 359-376.
Yustiani, S., & Maryadi, M. (2019). Studi Komparasi Penerapan Kebijakan Penggunaan Kantung Plastik. JURNAL PAJAK INDONESIA (Indonesian Tax Review), 3(2), 51-59.
Firdaus, A. (2019). Analisis Fisibilitas Usulan Pengenaan Cukai Atas Bahan Bakar Minyak. Universitas Brawijaya.
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, (2015). Pemodelan dan Prakiraan Penyediaan dan Pemanfaatan Migas, Batu Bara, EBT & Listrik. Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, (2015). Statistik Minyak dan Gas Bumi tahun 2015.
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, (2015). Statistik Minyak dan Gas Bumi tahun 2021
https://www.cnbcindonesia.com/news/20220613142514-4-346620/siap-siap-bbm-hingga-detergen-bakal-kena-cukai. Diakses 20 Agustus 2022.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20210420103452-4-239176/bph-migas-konsumsi-bbm-nasional-di-2020-drop-7. Diakses 20 Agustus 2022.
https://nasional.kontan.co.id/news/kapan-pemerintah-terapkan-cukai-untuk-deterjen-hingga-bbm-ini-penjelasakannya. Diakses 20 Agustus 2022.
https://ekonomi.bisnis.com/read/20220614/257/1543713/pengenaan-cukai-bbm-detergen-hingga-ban-karet-dinilai-tak-masuk-akal. Diakses 20 Agustus 2022.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4986527/bbm-hingga-detergen-bakal-kena-cukai-ylki-beri-catatan-ke-pemerintah. Diakses 20 Agustus 2022.
https://ddtc.co.id/workingpaper/wp-1919/mobile/index.html. Diakses 10 Juli 2021.
https://www.statista.com/statistics/619014/excise-taxes-on-fossil-fuels-in-mexico/. Diakses 12 Juli 2021
https://www.nrcan.gc.ca/our-natural-resources/domestic-and-international-markets/transportation-fuel-prices/fuel-consumption-taxes-canada/18885. Diakses 12 Juli 2021
https://www.oecd.org/fossil-fuels/. Diakses 12 Juli 2021
https://news.ddtc.co.id/bukan-kendaraan-bermotor-dpr-usulkan-bbm-jadi-objek-cukai-baru-19066. Diakses 2 Agustus 2021
https://katadata.co.id/intan/berita/615189975003c/10-penyebab-polusi-udara-di-indonesia. Diakses 2 Agustus 2021
https://www.iqair.com/id/world-most-polluted-countries. Diakses 2 Agustus 2021
https://www.menlhk.go.id/site/single_post/4078/uji-emisi-kendaraan-sebagai-bentuk-kontribusi-masyarakat-terhadap-pengendalian-pencemaran-udara. Diakses 8 November 2022.
https://migas.esdm.go.id/post/read/badan-usaha-hilir. Diakses 15 November 2022
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
