MENAKAR IMPLIKASI GOVERNMENT SPENDING SEKTOR HULU MIGAS

Authors

  • Puji Wibowo Politeknik Keuangan Negara STAN

DOI:

https://doi.org/10.35837/subs.v1i1.209

Abstract

Upstream oil and gas in Indonesia has been very popular since the first implementation of Production Sharing Contract (PSC) in 1970s. One of the attractivenesses of Indonesian PSC is contractors shall not be burden by indirect taxes and other charges if they succeed to economically produce oil or gas and surrender to government. The mechanism of indirect taxes and other charges payment by Indonesian Government is not an ordinary system. The cash disbursement for fulfilling government’s liabilities in upstream oil and gas sector is taken out from Oil and Gas Account, which is beyond form General State Account. This study attempts to analyze a number of problems arise in this off-budget scheme. This paper is also trying to evaluate established government expenditure regime in order to formulate recommendation. Based on our research, we conclude that policy concerning budget planning, execution, and reporting should be reconsidered, by taking fiscal impact into account, to improve the level of accountability and transparency.

Author Biography

Puji Wibowo, Politeknik Keuangan Negara STAN

Puji Wibowo. Dilahirkan pada tahun 1975, di kota wali, Demak, sebelah timur
ibu kota provinsi Jawa Tengah. Dia menyelesaikan pendidikan Diploma III
Akuntansi dan Diploma IVAkuntansi pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
(STAN), masing-masing pada tahun 1997 dan 1999. Setelah menyelesaikan pendidikan
pada perguruan tinggi kedinasan tersebut, dia berdinas di Direktorat
Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK) hingga tahun 2004. Pada awal 2005 hingga
pertengahan 2007, dia menyelesaikan pendidikan Master of International and
Development Economics pada Australian National University (ANU) melalui
pendanaan Australian Development Scholarship (ADS). Seusai menamatkan
pendidikan S2, dia bertugas kembali di Kementerian Keuangan dan ditempatkan
pada Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak-Direktorat Jenderal
Anggaran hingga bulan Oktober 2016. Jabatan terakhir di DJA adalah Kepala
Seksi Penerimaan Migas I. Bergabung dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
sebagai anggota utama (Chartered Accountant) pada akhir Desember 2015.
Sejak November 2016, dia bergabung dengan Politeknik Keuangan Negara
STAN untuk menjadi dosen tetap. Adapun mata kuliah yang saat ini diampu
adalah akuntansi Pemerintah, analisis laporan keuangan, pengantar pengelolaan
keuangan negara, dan ekonomi mikro.

References

Adiwirya, Muhammad Firdiansyah dan Sudana, I Putu. (2015). Akuntabilitas, Transparansi, dan Anggaran Berbasis Kinerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Denpasar. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 11(2): 611-628.

Affan dan Yunianto, Roolis. (2010). Penerimaan Sumber Daya Alam Migas. Peranan Strategis PNBP dalam APBN. Jakarta: Direktorat Jenderal Anggaran.

Murwanto, Rachmadi, Insyafiah, dan Subkhan. (2006). Manajemen Kas Sektor Publik. Jakarta: Lembaga Pengkajian Keuangan Publik dan Akuntansi Pemerintah (LPKPAP) Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).

Darwanis dan Chairunnisa, Sephi. (2013). Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi. 6 (2): 150-174.

Handoyo, Rismawan Joko. (2014). Penerapan Good Governance Dalam Pelayanan Publik di Kantor Camat Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur. eJournal Ilmu Pemerintahan, 2 (4):19-50.

Kran, Dirk-Jan. (2004). Off Budget and Tax Expenditures. OECD Journal on Budgeting, 4 (1): 121-142.

Lubiantara, Benny. (2012). Ekonomi Migas: Tinjauan Aspek Komersial Kontrak Migas. Jakarta: PT Gramedia Mediasarana Indonesia.

Lubiantara, Benny. (2006, 13 Desember). Cost Recovery dan Model Kontrak Perminyakan. Mendapat kembali dari http://ekonomi-migas.blogspot.co.id/2006/12/cost-recovery-model-kontrak.html.

Mardiasmo. (2006). Pewujudan Transparansi dan Akuntabilitas Publik Melalui Akuntansi Sektor Publik: Suatu Sarana Good Governance. Jurnal Akuntansi Pemerintahan, 2 (1): 1 – 17.

Mardiasmo. (2002). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Pangestika, Fierda. 2016. Pengaruh Pengendalian Internal, Good Governance, dadn Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Bidang Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung (Skripsi). Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Pudyantoro, A., Rinto. (2013). A to Z Bisnis Hulu Migas. Jakarta Selatan: Petromindo.

Rasul, Syahrudin. (2003). Pengintegrasian Sistem Akuntabilitas Kinerja dan Anggaran dalam Perspektif UU NO. 17/2003 Tentang Keuangan Negara. Jakarta: PNRI.

Subramanyam, K.R. (2014). Financial Statement Analysis, 11th edition. NY: McGraw-Hill Education.

Tangkilisan, Hessel Nogi S. (2005). Manajemen Publik. Jakarta: Grassindo.

Wibowo, Puji. (2010). Peranan Rekening Migas dalam Optimalisasi Pendapatan Negara. The Indonesian Budget Overview. Jakarta : Direktorat Jenderal Anggaran.

Published

2018-02-26

How to Cite

Wibowo, P. (2018). MENAKAR IMPLIKASI GOVERNMENT SPENDING SEKTOR HULU MIGAS. Substansi: Sumber Artikel Akuntansi Auditing Dan Keuangan Vokasi, 1(1), 61–85. https://doi.org/10.35837/subs.v1i1.209

Issue

Section

Keuangan Vokasi