STRATEGI OPTIMALISASI POTENSI DAERAH DAN PENINGKATAN LITERASI SADAR GIZI PADA MASYARAKAT LEBOSARI MELALUI PROGRAM SEGANTING (OPTIMIZING REGIONAL POTENTIAL AND IMPROVING NUTRITIONAL LITERACY IN THE LEBOSARI COMMUNITY THROUGH THE SEGANTING PROGRAM)

Authors

  • Ahmada Wildan Afifi Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Ragil Satria Wicaksono Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Andriani Mulyono Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Aliefha Amelia Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Fatma Kurnia Sari Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Anggi Rian Al Miftah Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Sella Ayu Pratiwi Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Dian Alfianti Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Ima Imroatul Aziziah Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Rida Tiara Sari Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Risma Widiyawati Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • Wa Ode Ummahatul M Universitas Alma Ata Yogyakarta
  • M Yusril Arif Universitas Alma Ata Yogyakarta

Abstract

Stunting merupakan kondisi di mana tinggi badan seseorang lebih rendah dibandingkan dengan mayoritas individu dalam kelompok usia yang sama disebabkan masalah gizi. Tingkat stunting yang cukup banyak di desa Lebosari mengindikasikan adanya tantangan signifikan terhadap kesadaran gizi dan potensi sumber daya daerah yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. Dalam rangka mengatasi permasalahan ini, program SEGANTING diimplementasikan sebagai solusi yang dapat secara simultan meningkatkan pemahaman tentang gizi dan mengoptimalkan potensi desa. Program ini mencakup berbagai inisiatif termasuk inovasi pangan, Pojok gizi warga, dan bazar UMKM Desa Lebosari. Melalui tahapan Discovery, Dream, Design, serta Destiny yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, program SEGANTING dapat memberikan kontribusi pada peningkatan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat Desa Lebosari tentang kesadaran gizi dalam mencegah stunting yang didukung oleh optimalisasi potensi yang ada di desa. Terbukti Sebelum program dimulai, hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata persentase jawaban yang benar adalah 40,33. Namun, setelah program diimplementasikan, terjadi peningkatan sebanyak 54%, dengan rata-rata persentase jawaban yang benar mencapai 88,00 pada post-test.

Downloads

Published

2024-01-03