KERAJINAN ANYAMAN SEBAGAI POTENSI EKONOMI LOKAL : PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DAN PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING

Authors

  • Endang Syarif STIE Latifah Mubarokiyah
  • Dyah Ciptaning LSW STIE Latifah Mubarokiyah
  • Hendi Sobari STIE Latifah Mubarokiyah
  • Jajang Saeful Zaman STIE Latifah Mubarokiyah
  • Hj. Erna Rusmiwati Sukandar STIE Latifah Mubarokiyah
  • Siti Amirah Makarim STIE Latifah Mubarokiyah

Abstract

Rajapolah menjadi basis pengrajin pandan sejak zaman Belanda, turun temurun, kreativitas para leluhur mengalir sampai sekarang. Khususnya di daerah kami sebagai sentra kerajinan anyaman pandan yaitu Desa Sukaruas, Sukaraja, Rajapolah, Tasikmalaya. Produk buatan tangan asli Rajapolah dikenal luas di pasar dalam negeri. Kerajinan Rajapolah memiliki berbagai macam kerajinan tangan. CV. Disha Crafindo merupakan UMKM kerajinan anyaman pandan yang fokus menjual topi dengan berbagai macam bentuk topi. Selain topi, ada beberapa jenis kerajinan anyaman seperti tas anyaman, kotak tisu, dan kotak payung. Adapun kendala yang dihadapi adalah manajemen produksi, pemasaran, dan tenaga kerja dalam memproduksi dan pemahaman dalam peningkatan kualitas produk dan pemasaran. Pemasaran kerajinan anyaman pandan selama ini masih mengandalkan toko retail dalam memasarkan hasil produksi kerajinan anyaman pandan baik di dalam negeri maupun luar negeri, pangsa pasar CV. Disha Crafindo tidak hanya di Jawa Barat, tetapi sudah masuk ke pasar luar negeri seperti Jepang. Target luaran dalam pengabdian ini tersampaikannya informasi produk dan pemasaran melalui media sosial (facebook, Instagram dan GoogleMyBusiness), E-commerce (Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Shopee), Social video marketing (youtube), Social messenger (Whatsapp) dan media cetak online.

Downloads

Published

2024-01-03