PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BUDIDAYA MAGOT BERPOTENSI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DESA ADIDHARMA
Abstract
Sisa makanan pokok setiap hari dapat menjadi sampah organic yang tidak memiliki nilai manfaat. Nilai jual ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat desa adhidarma menjadi pusat UMKM desa dalam mengembangkan potensi desa melalui budidaya magot. Proses pengolahan sampah organic membutuhkan waktu cukup lama. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan nilai Budidaya magot (Hermetia illucens) memang telah dikenal sebagai salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurai sampah organik, terutama bahan-bahan organik yang sulit diurai oleh proses dekomposisi alami. Magot, yang juga dikenal sebagai larva hitam, adalah serangga yang memiliki kemampuan untuk mencerna dan menguraikan berbagai jenis bahan organik, termasuk sisa makanan, limbah pertanian, dan limbah organik lainnya. Desa Adi Dharma dapat memanfaatkan budidaya magot sebagai salah satu upaya dalam pengelolaan sampah organik. Berikut adalah beberapa potensi dan manfaat dari budidaya magot untuk penguraian sampah organic dan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, meningkatkan kesejahteraan dan memperluas lapangan kerja melalui pelatihan keterampilan pengolahan sampah organic serta meningkatkan sosialisasi kepada warga desa setempat. Hasil pengabdian masyarakat di desa Adi Dharma untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pada pengembangan potensi desa terhadap peningkatan SDM dan kerjasama antara petugas pengolah sampah organic bersama warga desa dan rumah makan, restoran. Peningkatan hasil sosialisasi dan kepedulian kepala desa dengan pemuda desa dalam mengumpulkan sisa makanan yang terbuang untuk diolah menjadi pakan burung dari hasil budidaya magot berhasil dilaksanakan dengan efektif dan memberikan kesempatan bagi warga desa yang belum tertarik menjadi tertarik dalam peran peduli lingkungan bersih dari sampah.
