PENDAMPINGAN PENGADAAN BAHAN BAKU DAN PENINGKATAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA USAHA KERAJINAN SAMPAH PLASTIK

Authors

  • Nina Arlofa Universitas Serang Raya
  • Wahyu Oktri Widyarto Universitas Serang Raya
  • Andari Universitas Serang Raya
  • Ferry Ferdiansyah Universitas Serang Raya
  • Muhammad Ridwan Universitas Serang Raya

Abstract

Sampah plastik menimbulkan tantangan pencemaran lingkungan yang unik dan menarik perhatian besar karena intriknya. Proses penguraian sampah plastik yang menghasilkan integrasi sempurna dengan tanah membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun. Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, sampah plastik memerlukan metode pengolahan khusus, salah satunya dengan mengolahnya menjadi produk kerajinan seperti keranjang, tikar, dan tempat tisu.Dalam inisiatif pokdarwis Kecamatan Banten, Luluana Craft Indonesia berperan penting dalam menciptakan solusi dari sampah plastik. Namun, organisasi ini menghadapi tantangan dalam mendapatkan pasokan bahan mentah yang memadai untuk sampah plastik dan dalam mengelola sumber daya manusianya secara efektif. Untuk mengatasi kekurangan bahan baku, solusi yang diusulkan adalah dengan mengembangkan pemahaman dan kolaborasi di antara masyarakat lokal dan pemulung mengenai bahaya sampah plastik dan pentingnya memisahkannya dari sampah lainnya. Sampah plastik yang dihasilkan selanjutnya dapat disuplai ke Luluana Craft Indonesia sebagai bahan baku produknya. Selain itu, organisasi menyadari perlunya manajemen sumber daya manusia yang kuat untuk memastikan pelaksanaan tugas yang terorganisir dan efisien sesuai dengan tugas masing-masing anggota. Hal ini dicapai melalui pembentukan struktur organisasi yang terdefinisi dengan baik.

Downloads

Published

2024-01-03