PENGEMBANGAN BANK SAMPAH SEBAGAI MEKANISME HULU DALAM SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DESA PEUSING, KABUPATEN KUNINGAN
Abstract
Desa Peusing belum memiliki sistem pemilahan sampah rumah tangga sehingga seluruh sampah dikumpulkan secara campuran dan dikirim ke TPA Ciniru yang kapasitasnya semakin terbatas. Pada saat yang sama, BUMDes Peusing menjalankan budidaya maggot tetapi pasokan bahan sampah organik membeli dari luar desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menginisiasi bank sampah sebagai mekanisme hulu untuk memperbaiki pemilahan sampah sekaligus menyediakan bahan sampah organik bagi budidaya maggot. Program dilaksanakan dalam program community development Universitas Prasetiya Mulya dengan tahapan persiapan, pendampingan intensif, dan monitoring. Uji coba dilakukan pada dua RT dengan melibatkan 54 warga. Selama empat bulan, bank sampah berhasil mengelola 2.368,55 kg sampah, terdiri dari 2.088,60 kg sampah organik dan 279,95 kg sampah anorganik, serta menghasilkan tabungan warga sebesar Rp1.565.595. Sampah organik yang terkumpul mendukung produksi maggot sebesar 210 kg. Hasil ini menunjukkan bahwa bank sampah dapat menahan sebagian sampah di tingkat desa dan sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku usaha maggot BUMDes. Program ini dapat dikembangkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah desa yang lebih mandiri.
Kata kunci: Bank Sampah, Pemilahan Sampah, Community Development
