PEMBERDAYAAN SEKOLAH BINAAN BERBASIS INKLUSI DI WILAYAH RURAL MELALUI PENDEKATAN MULTI-STAKEHOLDER MANAGEMENT
Abstract
Penerapan pendidikan inklusif di tingkat pendidikan anak usia dini di wilayah rural, masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas, minimnya kesiapan program, dan rendahnya kapasitas guru. Permasalahan ini semakin kompleks dengan meningkatnya jumlah siswa berkebutuhan khusus, sehingga diperlukan strategi pemberdayaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan inklusif melalui inisiasi sekolah binaan berbasis inklusi dengan pendekatan multi-stakeholder management. Metode yang digunakan adalah Community-Based Research (CBR) yang diintegrasikan dengan manajemen kolaboratif antar-stakeholder, meliputi guru, orang tua, tenaga ahli, dan pemerintah daerah. Bentuk kegiatan mencakup pelatihan penggunaan aplikasi e-KPSP untuk asesmen tumbuh kembang anak, forum komunikasi orang tua, serta pelatihan public speaking dan emotion coaching bagi guru. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada sepuluh aspek kompetensi guru, dengan rata-rata kenaikan sebesar 50,5 persen. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan menerapkan emotion coaching sedangkan terendah pada self-efficacy. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kolaboratif melalui sekolah binaan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kapasitas sosial-emosional guru, sehingga dapat menjadi model pengembangan pendidikan inklusif di wilayah rural.
Kata kunci: Pendidikan Inklusi, Sekolah, PAUD, Stakeholder, Rural
