OPTIMALISASI ASET IDLE PEMERINTAH DAERAH MELALUI PENDEKATAN HIGHEST AND BEST USE (HBU): STUDI KASUS LAHAN DI KAWASAN BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA

Authors

  • Arif Nugrahanto PKN STAN
  • Nugroho Yonimurwanto PKN STAN
  • Syanni Yustiani PKN STAN

Abstract

Abstrak

Optimalisasi aset daerah yang terbengkalai (idle assets) seringkali terhambat oleh ketidakpastian regulasi dan perencanaan kawasan. Studi kasus ini berfokus pada lahan seluas 2.182 m² milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di kawasan Bandara Husein Sastranegara yang gagal dimanfaatkan untuk perluasan landasan pacu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi BPKAD Jawa Barat dalam melakukan analisis pasar dan Highest and Best Use (HBU) untuk merumuskan rekomendasi pemanfaatan aset yang terukur. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dimana tim pengabdi dan mitra secara kolaboratif melakukan survei fisik, analisis regulasi, dan simulasi finansial. Hasil analisis HBU menunjukkan adanya batasan ketat pada aspek legal permissibility karena aset berada dalam zonasi militer dan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang melarang pembangunan struktur permanen (hunian/komersial). Kendala ini diperkuat oleh analisis physical possibility dimana aksesibilitas lahan sangat terbatas karena terkurung area perumahan dan zona militer. Berdasarkan kendala tersebut, analisis financial feasibility merekomendasikan strategi interim use (pemanfaatan sementara) melalui skema Sewa Barang Milik Daerah (BMD) dengan tenor 5 tahunan. Skema ini dinilai paling fleksibel menghadapi ketidakpastian rencana pengembangan bandara di masa depan. Berdasarkan kriteria maximum productivity, mitra direkomendasikan untuk memilih antara opsi pertanian atau perikanan skala menengah berdasarkan kalkulasi Net Present Value (NPV) tertinggi. Kegiatan ini berkontribusi memberikan peta jalan pemanfaatan aset yang legal, adaptif, dan tetap bernilai ekonomis bagi daerah.

Published

2025-12-11