OPTIMALISASI PENERIMAAN LABA BADAN USAHA MILIK NEGARA SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT PENERIMAAN NEGARA

Authors

  • Lestari Kurniawati Polikteknik Keuangan Negara STAN

DOI:

https://doi.org/10.31092/jmkp.v1i2.139

Keywords:

Keuangan Negara

Abstract

Penerimaan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN meski dalam beberapa tahun terakhir dapat tercapai, namun pertumbuhan selama sepuluh tahun terakhir hanya mencapai 5,5% year on year. Jumlah Penerimaan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN juga hanya didominasi oleh 8 s.d. 12 BUMN dari 70 BUMN yang menyetorkan dividen kepada Pemerintah. Saat ini terdapat 121 BUMN, dengan 70 BUMN yang tercatat aktif membayar dividen. Dalam pembagian dividen, BUMN seringkali terikat oleh jumlah dividen yang ditetapkan Pemerintah, baik dalam jumlah maupun dalam dividend payout ratio. Dominasi kepentingan Pemerintah dalam BUMN juga tercermin pada peran BUMN dengan fungsi komersil namun diberikan penugasan Public Service Obligation. BUMN yang berperan sebagai fungsi komersil namun harus menjalankan layanan umum kepada masyarakat (Public Service Obligation-PSO) dapat menghasilkan laba yang tidak optimal. Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja BUMN dan melakukan penyehatan dan penguatan kelembagaan BUMN, Pemerintah melakukan penambahan modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) dan strukturisasi melalui privatisasi BUMN. PMN dan privatisasi BUMN yang dilakukan Pemerintah tidak serta merta dapat meningkatkan kinerja BUMN dalam menghasilkan laba. PMN yang dilakukan Pemerintah tidak semata dilakukan dalam rangka penguatan permodalan, namun dapat juga sebagai pendukung penugasan Pemerintah. PMN akan lebih dapat meningkatkan nilai perusahaan jika dalam melaksanakan PMN, Pemerintah melakukan seleksi dan sinergi yang tepat antar BUMN.

References

Hamid, E. S. (2016). Peran dan intervensi pemerintah dalam perekonomian. Economic Journal of Emerging Markets, 4(1), 41-58.

In-text reference: Hamid (2016)

Idrus, M. S. I., & Salim, U. (2011). Pengaruh Penyertaan Modal terhadap Pertumbuhan Aktiva, Efisiensi dan Kinerja Keuangan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)(Studi pada BUMD/Perusahaan Daerah di Propinsi Riau). Jurnal Aplikasi Manajemen-Journal of Applied Management, 9(2), 515-524.

In-text reference: Idrus & Salim (2011)

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of financial economics, 3(4), 305-360.

In-text reference: Jensen & Meckling (2011)

Lintner, J. (1956). Distribution of incomes of corporations among dividends, retained earnings, and taxes. The American Economic Review, 46(2), 97-113

In-text reference: Lintner (1956)

Pranoto, T. (2010). Privatisasi, GCG, dan Kinerja BUMN. Lembaga Management FE UI.

In-text reference: Pranoto (2010)

Setiyowati, R., & Utomo, D. C. (2010). Analisis Perbedaan Efisiensi, Profitabilitas, Leverage dan Likuiditas Sebelum dan Setelah Privatisasi (Studi Empiris pada BUMN Sektor Non Infrastruktur dan Non Jasa Keuangan yang Go Public Tahun 1995-2007) (Doctoral dissertation, Perpustakaan FE UNDIP).

In-text reference: Setiyowati & Utomo (2010)

Sari, Ati Retna, 2014, Kajian Tentang Dividend Puzzle dan Bukti Empiris, Jurnal Modernisasi Volume 10, Nomor 1, Februari 2014

In-text reference: Sari (2014)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara.

Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas

Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas

Widjajanti, K. (2005). Perubahan Kinerja Keuangan Privatisasi BUMN (Doctoral dissertation, Tesis, MPKP Universitas Semarang).

In-text reference: Widjajanti (2005)

Published

2017-11-11

How to Cite

Kurniawati, L. (2017). OPTIMALISASI PENERIMAAN LABA BADAN USAHA MILIK NEGARA SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT PENERIMAAN NEGARA. JURNAL MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK, 1(2), 90–106. https://doi.org/10.31092/jmkp.v1i2.139