MENDORONG PERTUMBUHAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MELALUI FASILITAS KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR

Authors

  • Masruri Muchtar PKN STAN
  • Haris Suganda PKN STAN

DOI:

https://doi.org/10.31092/jpbc.v5i1.1123

Abstract

Globalization is an opportunity for small and medium industries (IKM) in Indonesia to be able to market various products they produce. One of the facilities provided by the government is the Ease of Import for Export Purposes (KITE IKM). This study aims to identify some issues that arise, conduct analysis, and provide alternative solutions to those constraints that occur in the utilization of KITE IKM in the KPPBC TMP B Yogyakarta. This research uses a qualitative research approach in the form of case studies. Based on the results, there are still some obstacles in fostering the growth of IKM. Internal is related to the efforts to disseminate KITE IKM, good governance practices particularly in archiving of customs documents, technical competence of employees, and implementation of risk management. External consist of the IKM’s compliance with the procedures or provisions and strategic coordination between related agencies or institutions. This research implies that some policies need to be made to improve governance and risk mitigation. The object of research is limited to IKM at KPPBC TMP B Yogyakarta which conducts import and export activities through the nearest port. Subsequent research can be carried out on other customs offices with different characteristics.

Keywords: duty drawback, export, facility, good governance

Dengan adanya globalisasi, luasnya jangkauan pasar menjadi peluang bagi para industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia dalam memasarkan berbagai produk yang dihasilkan. Salah satu fasilitas yang diberikan pemerintah kepada IKM adalah Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang timbul, melakukan analisis, dan memberikan alternatif penyelesaian atas permasalahan yang terjadi atas pemanfaatan fasilitas KITE IKM di wilayah kerja KPPBC TMP B Yogyakarta. Studi ini merupakan penelitian kualitatif berupa studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, masih ditemukan beberapa hambatan dalam mendorong tumbuhnya IKM. Permasalahan internal terkait kurang gencar dan luasnya upaya sosialisasi dan edukasi fasilitas KITE IKM, lemahnya tata kelola atau pengarsipan dokumen kepabeanan, belum meratanya pengetahuan dan kompetensi teknis pegawai, dan kurang optimalnya penerapan manajemen risiko. Permasalahan eksternal terkait kurangnya pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha atas prosedur atau ketentuan dan belum efektifnya sinergi dan koordinasi strategis antarinstansi atau lembaga. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan terkait perlu dilakukan upaya perbaikan tata kelola pemerintahan dan optimalisasi penerapan manajemen risiko. Objek penelitian terbatas hanya terhadap IKM terdaftar penerima fasilitas KITE di KPPBC TMP B Yogyakarta yang melakukan kegiatan impor dan ekspor melalui pelabuhan terdekat. Penelitian berikutnya dapat dilakukan terhadap objek penelitian yang berbeda karakteristiknya.

Kata Kunci: ekspor, fasilitas, KITE, tata kelola, UMKM

References

Ahmad, V., Violinda, Q., Indriasari, I. (2020). Strategi dengan Kekurangan Tugas untuk Membantu Mengembangkan Peningkatan Ekspor di Jawa Tengah. Kinerja. 17 (1)

Ashari, Muhammad. (2017). Presiden Luncurkan KITE IKM untuk Pengusaha Kecil. Diakses 30 September 2019 dari http://www.pikiranrakyat.com/ekonomi/2017/01/30/presiden-luncurkan-kite-ikmuntuk-pengusaha-kecil-392042

Badan Pusat Statistik Propinsi D.I. Yogyakarta. (2020). Perkembangan Ekspor dan Impor Daerah Istimewa Yogyakarta Januari 2020

Batavia dan Nandakumar. (2017). The Equivalence of Export Subsidies and Import Tariff Reduction in a Macroeconomic Model. The Journal of Economic Asymmetries 2017, 15, 76-80.

Benny, Jimmy. (2013). Ekspor dan Impor Pengaruhnya Terhadap Posisi Cadangan Devisa di Indonesia, Jurnal EMBA Vol 1 No 4. ISSN: 2303-1174. Hal: 1406-1405.

Cheisviyanny, C. (2020). Memulihkan Penerimaan Pajak Pasca Pandemi Covid-19. Indonesian Tax Journal , 21-28.

Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (4th ed.). Boston, MA: Pearson

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2017). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2017

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2018). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2018

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2019). Tuai Hasil Positif Bea Cukai Rilis Hasil Survei Dampak Ekonomi Fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. https://www.beacukai.go.id/berita/tuai-hasil-positif-bea-cukai-rilis-hasil- survei-dampak-ekonomi-fasilitas-kawasan-berikat-dan-kemudahan-impor-tujuan-ekspor.html

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2020). Bea Cukai Dorong Ekspor dengan Sosialisasikan KITE IKM. https://www.beacukai.go.id/berita/bea-cukai-dorong-ekspor-dengan-sosialisasikan-kite-ikm-pada-acara-lampung-craft-2020.html

Djamaludin., Aviasti., Rukmana, A.N. (2016). Peningkatan Kemampuan Usaha Kecil Menengah Di Wilayah Bandung Raya dalam Pemanfaaatan Internet sebagai Sarana Pemasaran dan Perluasan Jangkauan Pasar. Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 125-130

Fauzi, Arli. (2020, April 28). Tata Kelola Pemerintahan yang Baik. Cerdika. https://cerdika.com/tata-kelola-pemerintahan-yang-baik/

Gamatechno. (2019). 4 Indikator Penting Tata Kelola Pemerintahan yang Baik. https://blog.gamatechno.com/4-indikator-penting-tata-kelola-pemerintahan-yang-baik/

Ianchovichina, E. (2004). Trade policy analysis in the presence of duty drawbacks. The World Bank.

Kerr and Gaisford. (2012). Handbook on International Trade Policy. Cheltenham: Edward Elgar Publishing Limited.

Lembaga Administrasi Negara dan BPKP. 2000. “Akuntabilitas dan Good Governance: Modul Sosialisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan”. Jakarta: LAN dan BPKP

Lestari, D.S., Nurlaela, S., & Dewi, R.R. (2021). Insentif Pajak, Bantuan Stimulus Pemerintah Pada Kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah di Kabupaten Boyolali. Ekombis. Review: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 3(1).

Mahsun, Mohamad. (2009). Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Edisi 1. Yogyakarta: BPFE–Yogyakarta

Mah1, J. S. (2007). Duty drawback and export promotion in China. The Journal of DevelopingAreas, 133-140

Mah2, J. S. (2007). The effect of duty drawback on export promotion: The case of Korea. Journal of Asian Economics, 18(6), 967-973

Mardiasmo. (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah, Yogyakarta: ANDIOffset

Miles, M. B., Huberman, A. M., Huberman, M. A., & Huberman, M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. sage

Miller, Gerald J. (2007). Kaifeng Yang Handbook of Research Methods in Public Administration, Second Edition Public Administration, and Public Policy. CRC Press, Tailor & Francis Group

Misterexportir. (2019). Inilah Potensi Komoditas Expor Indonesia Wilayah Yogyakarta yang Wajib Diketahui. Diakses pada tanggal 26 Juni 2020 dari https://misterexportir.com/komoditas-ekspor-indonesia-wilayah-yogyakarta/

Muchtar, M., & Utama, P. (2020). Urgensi Audit Judgement pada Post Clearance Audit. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai, 4(1). https://doi.org/10.31092/jpbc.v4i1.760

Mumpuni, Mila. (2019). Kajian fasilitas KITE IKM bagi UMKM di wilayah Magelang. Prosiding seminar nasional. Fakultas Ekonomi Universitas Tidar.

Purwinto, Ali & Indriani. (2019). Ekspor, Impor, Sistem Harmonisasi, Nilai Pabean dan Pajak Dalam Pabean. Bogor: Mitra Wacana Media

Putri, A. Sutrisni. (2019). Ekspor: Pengertian dan Manfaatnya. Diakses 9 Februari 2021 dari https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/11/145215469/ekspor-pengertian-dan-manfaatnya?page=all

Rudianto & Susilastuti, Darwati. (2019). Determinan Ekspor Industri Kerajinan Indonesia. Seminar Nasional Cendekiawan ke 5 Tahun 2019

Salvatore, D. (2007). Ekonomi internasional (9ed.). New Jersey: John Wiley & Sons

Soemitro, Rochmat. (1988). Pajak dan Pembangunan. Bandung: PT. ERESCO

Sugiyono, D. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R dan D. Alfabeta: Bandung

Suryowati, Estu. (2020). Akumindo Yakin Kontribusi UMKM Tahun ini Capai Rp 2.394,5 Triliun. Diakses pada tanggal 7 Juli 2020 dari https://www.jawapos.com/ekonomi/16/01/2020/akumindo-yakin-kontribusi-umkm-tahun-ini-capai-rp-2-3945-triliun/

Tandjung, M. (2011). Aspek dan Prosedur Ekspor - Impor. Jakarta: Salemba Empat.

Wahyudi, S., & Chamariyah, I.P. (2020). Pengaruh Komunikasi, Tingkat Pendidikan, dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Pelayanan di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Pamekasan. Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik. Vol. 3 No. 2

Published

2021-09-17

How to Cite

Muchtar, M., & Suganda, H. . (2021). MENDORONG PERTUMBUHAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MELALUI FASILITAS KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR. JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI, 5(1), 1–24. https://doi.org/10.31092/jpbc.v5i1.1123

Issue

Section

Articles