Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sebelum Dan Sesudah Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1.1723Keywords:
Covid-19, Financial performance, Jakarta special regionAbstract
The emergence of the Covid-19 pandemic is a challenge for local governments to manage and report financially in an accountable manner. Financial analysis is the use of financial statement data to analyze financial status and performance, as well as to assess future financial performance. The impact of the Covid-19 pandemic is also expected to be felt by the DKI Jakarta Province. This study aims to analyze the comparison of the financial performance of DKI Jakarta Province during the 2019 - 2020 fiscal year. This study uses descriptive quantitative methods by observing a number of financial ratios, including the independence ratio, effectiveness and efficiency ratio, activity ratio, growth ratio, and Debt Service Coverage Ratio. (DSCR). The results showed that DKI Jakarta Province in general was able to maintain the main financial ratios such as the ratio of independence, effectiveness and DSCR. The ratio of activity and growth tends to experience a decline in performance during the Covid-19 pandemic period.
Â
Adanya pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan dan pelaporan keuangan secara akuntabel. Analisis keuangan merupakan penggunaan data laporan keuangan untuk menganalisis status dan kinerja keuangan, serta untuk menilai kinerja keuangan di masa mendatang. Dampak pandemi Covid-19 diperkirakan juga dirasakan oleh Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan Provinsi DKI Jakarta selama tahun anggaran 2019 – 2020. Studi ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan mengamati sejumlah rasio keuangan antara lain rasio kemandirian, rasio efektivitas dan efisiensi, rasio aktivitas, rasio pertumbuhan, dan Debt Service Coverage Ratio (DSCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi DKI Jakarta secara umum mampu mempertahankan rasio keuangan utama seperti rasio kemandirian, efektivitas dan DSCR. Adapun rasio aktivitas dan pertumbuhan cenderung mengalami penurunan kinerja selama periode pandemi Covid-19.
Â
References
Agnika, M., Putra, S. S., & Sudradjat. (2021). Analisis Kinerja Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19. Indonesian Accounting Research Journal, I(3), 493-03.
Chaled, S., & Sarumpaet, S. (2019). Evaluasi Penerapan Standar Akuntansi Keuangan No. 45 Pada Organisasi Nirlaba di Bandar Lampung. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, XXIV(1), 1-16.
Fathah, R. N. (2017). Analisis Rasio Keuangan untuk Penilaian Kinerja pada Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Ilmiah Bidang Ekonomi Bisnis dan Perbankan, VIII(1), 33-48.
Halim, A. (2007). Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.
Junaedi, D., & Salistia, F. (2020). Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara-Negara Terdampak. Simposium Nasional Keuangan Negara, 996-1115.
Karina, A., & Noerainy, D. (2016). Evaluasi Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jurnal Ilmu Akuntansi, XIII(1), 1-22.
Kawatu, F. S. (2019). Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik. Yogyakarta: Deepublish.
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2020 Audited. (2021).
Mahmudi. (2019). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Yogyakarta: Unit Penerbitan dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Mantiri, J., Saerang, D. P., & Elim, I. (2016). Analisis Penyajian Laporan Keuangan Daerah Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, XVI(4), 932-941.
Mariani, L. (2013). Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Sesudah Pemekaran Daerah (Studi Empiris Pada Kabupaten/Kota di Sumatera Barat). Jurnal Akuntansi, I(2), 1-13.
Onibala, A., Rotinsulu, T. O., & Rorong, I. P. (2021). Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah, XXII(2), 67-89.
Pramono, J. (2014). Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Surakarta). Among Makarti, VII(13), 83-112.
Rohman, A. (2010). Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah Dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Penggunaan Informasi Keuangan Daerah (Studi Pada Kabupaten Eks Karesidenan Banyumas). Himmah Bandariy, 1-28.
Rudiyanto, M., & Sasana, H. (2015). Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi pada Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Banten). Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Sari, A. (2021). Analisis Pengukuran Kinerja Dan Kemampuan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta Periode 2016-2020. Jakarta: Politeknik Negeri Jakarta.
Susanto, H. (2019). Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Mataram. Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis, VII(1), 81-92.
Tarjunajah, & Wiratno, A. (2018). Kinerja Keuangan dan Kemampuan Keuangan Pemerintah Daerah SeJabodetabek. Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan JRAP 5(2), 175-187.
Utomo, M. A. (2015). Analisis Penggunaan Ratio : Kemandirian, Efektivitas, Efisiensi, Aktivitas dan Pertumbuhan Sebagai Alternatif Pengukuran Kinerja Keuangan Pada Pemda DKI Jakarta. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing, 15-52.
Wahyuni, N. (2010). Analisis Rasio Untuk Mengukur Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Malang. Jurnal Akuntansi UIN, 1-18
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Muhammad Ichlasul Amal , Puji Wibowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


