Estimasi Dampak Fiskal Penggunaan NIK Sebagai NPWP: Sebuah Studi Empiris

Authors

  • Galih Ardin The National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS)

DOI:

https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1S.1908

Keywords:

post-keynesian, unemployment, inflation, income-tax, empirical studies

Abstract

One of the important points regulated in the Law on Harmonization of Tax Regulations is the use of the National Identity Number (NIN) as the Taxpayer Identification Number (TIN). Logically, this policy will multiply the number of taxpayers and tax revenues. However, the uncertainty of macro-economic conditions as a result of global economic shocks and the recovery process from the COVID-19 pandemic makes the impact resulting from the integration of NIN and TIN difficult to predict. By employing the Okun's Law and the Phillips Curve approach, this study attempts to estimate the fiscal impact of this policy. This study found that the use of NIN as a TIN will increase the number of registered taxpayers by 1.3 million to 12.74 million taxpayers during the first to five year after the implementation of the policy. In addition, this study also found that this policy will enlarge the fiscal capacity especially from the Income Tax Article 21 by 52.35% to 123.06% annum.

Salah satu poin penting yang diatur dalam Undang – undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan adalah penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Secara logis, penggunaan NIK sebagai NPWP akan meningkatkan jumlah Wajib Pajak dan penerimaan pajak secara berkali lipat. Namun demikian, ketidakpastian kondisi makro-ekonomi sebagai akibat guncangan ekonomi global dan proses pemulihan dari pandemi covid-19 membuat dampak yang dihasilkan dari penggunaan NIK sebagai NPWP menjadi sulit untuk diprediksi. Dengan menggunakan pendekatan Hukum Okun dan Kurva Phillips, penelitian ini berusaha mengestimasikan dampak fiskal kebijakan tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan NIK sebagai NPWP akan meningkatkan jumlah Wajib Pajak sebesar 1,3 juta sampai dengan 12,74 juta Wajib Pajak pada tahun pertama hingga tahun kelima setelah kebijakan tersebut diimplementasikan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa integrasi NIK dengan NPWP akan meningkatkan kapasitas fiskal dari sisi setoran PPh Pasal 21 sebesar 52,35% sampai dengan 123,06% per tahun. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan data dan metode yang lebih komprehensif dalam mengevaluasi penggunaan NIK sebagai NPWP.

References

An, Z., Bluedorn, J., & Ciminelli, G. (2021). Okun's Law, Development, and Demographics: Differences in the Cyclical Sensitivities of Unemployment across Economy and Worker Groups. Washington: IMF.

Astari, M., Hamzah, L. M., & Ratih, A. (2019). Hukum OKUN: Pertumbuhan Ekonomi Dan Tingkat Pengangguran di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8(1), 67-80.

Astuti, P. B. (2016). Analisis Kurva Phillips dan Hukum Okun di Indonesia Tahun 1986 - 2016. Jurnal Fokus Bisnis, 15(1), 72-91. doi:https://doi.org/10.32639/fokusbisnis.v15i1.72

Badan Pusat Statistik. (2021). Berita Resmi Statistik: Hasil Sensus Penduduk 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2022, July 07). Jumlah dan Persentase Penduduk Bekerja dan Pengangguran 2017-2018. Retrieved from Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/indicator/6/1953/3/jumlah-dan-persentase-penduduk-bekerja-dan-pengangguran.html

Badan Pusat Statistik. (2022, July 7). Jumlah dan Persentase Penduduk Bekerja dan Pengangguran 2019-2020. Retrieved from Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/indicator/6/1953/2/jumlah-dan-persentase-penduduk-bekerja-dan-pengangguran.html

Badan Pusat Statistik. (2022, July 22). Jumlah dan Persentase Penduduk Bekerja dan Pengangguran 2021-2022. Retrieved from Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/indicator/6/1953/1/jumlah-dan-persentase-penduduk-bekerja-dan-pengangguran.html

Ball, L., Leigh, D., & Loungani, P. (2012). Okun’s Law: Fit at 50? Jacques Polak Annual Research Conference, 1-40.

Boediono. (2016). Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Mizan Pustaka.

Direktorat Jenderal Pajak. (2008). Laporan Tahunan 2007. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2009). Laporan Tahunan 2008: Sunset Policy. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2010). Laporan Tahunan 2009: Melayani dengan Hati, Mewujudkan Kemandirian Bangsa. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2011). Laporan Tahunan 2010: Working with Heart. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2012). Laporan Tahunan 2011: Membina Tanggung Jawab Melalui Optimisme. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2013). Laporan Tahunan 2012: Harmonisasi Membangun Negeri. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2014). Laporan Tahunan 2013: Commited to Stronger Presence. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2015). Annual Report 2014: Upholding the Spirit of Revitalization for Integrated Transformation. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2016). Annual Report 2015: Guiding year of taxpayer compliance. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2017). Laporan Tahunan 2016: Kontribusi Strategis Membangun Bangsa Melalui Amnesti Pajak. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2018). Annual Report 2017: Transparency in Building The Nation. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2019). Laporan Tahunan 2018: Sinergi menuju Kemandirian Ekonomi Nasional. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2020). Laporan Tahunan 2019: Peningkatan Kapasitas Secara Berkesinambungan melalui Penguatan Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi perpajakan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2021). Laporan Tahunan 2020: Konsisten mengoptimalkan peluang di masa menantang. Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak.

Harris, R., & Silverstone, B. (2001). Testing for asymmetry in Okun's law: A cross−country comparison. Economics Bulletin, 5(2), 1-13.

Hover, K. D. (2022, August 1). Phillips Curve. Retrieved from EconLib: https://www.econlib.org/library/Enc/PhillipsCurve.html

Kementerian Keuangan RI. (2022). Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2021. Jakarta: Pemerintah RI. Retrieved from https://media.kemenkeu.go.id/getmedia/104fbe41-1b5d-4d09-a79e-7df823863f75/LKPP-2021.pdf?ext=.pdf

Lee, C.-W., & Huruta, A. D. (2019). Okun's law in an emerging country: An empirical analysis in Indonesia. International Entrepreneurship Review, 5(4), 141-161. doi:10.15678/IER.2019.0504.09

Neely, C. (2010). Okun’s Law: Output and Unemployment. Economic Synopses, 4(1), 1-2. doi:10.20955/es.2010.4

Siregar, T. (2017). Pengaruh SIngle Identity Number dalam Rangka Pemenuhan Kewajiban Perpajakan. Jurnal Akuntansi, 6(1), 80-85. Retrieved from https://jurnal.kwikkiangie.ac.id/index.php/JA/article/view/388/191

Staock, J. H., & Watson, M. W. (2008). Phillips Curve Inflation Forecast. Cambridge: National Bureau of Economic Resesarch.

Susanto, I., & Handajani, S. S. (2020). Pengelompokkan Rumah Tangga di Indonesia Berdasarkan Pendapatan per Kapita dengan Model Finite Mizture. Media Statistika, 13(1), 13-24. doi:DOI: 10.14710/medstat.13.1.13-24

World Bank. (2022, July 22). GDP growth (annual %) - Indonesia. Retrieved from The World Bank: https://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.MKTP.KD.ZG?locations=ID

World Bank. (2022, July 22). Unemployment, total (% of total labor force) (modeled ILO estimate) - Indonesia. Retrieved from The World Bank: https://data.worldbank.org/indicator/SL.UEM.TOTL.ZS?locations=ID

Yaumidin, U. K. (2015). Output and Unemployment: Testing Okun’s Law in Indonesia. Review of Indonesian Economic and Business Studies, 6(1), 43-74.

Downloads

Published

2022-12-13

How to Cite

Ardin, G. (2022). Estimasi Dampak Fiskal Penggunaan NIK Sebagai NPWP: Sebuah Studi Empiris. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN), 4(1S), 333–342. https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1S.1908