Kajian Pemungut PPN Lainnya Dalam Mekanisme PMSE Atas Transaksi Digital Domestik: Proposal Untuk Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31092/jpi.v6i2S.1901Keywords:
E-commerce, Marketplace, Pemungut Lainnya, PPN, PMSEAbstract
The purpose of this research is to examine the application of Value Trading Tax (VAT) on Trade Through Electronic Systems (PMSE) for digital transactions between customs regions in Indonesia. The research method used is descriptive qualitative with sources from the State Finance Polytechnic of STAN, the Directorate General of Taxes, and the Fiscal Policy Agency. The results show that the high number of digital ecommerce transactions in Indonesia creates potential opportunities for tax revenue. By adapting the PMSE VAT mechanism, the government can shift the VAT collection mechanism on digital transactions in Indonesia, which originally used the taxable entrepreneur mechanism (PKP) where the collector is the seller. While in PMSE, the collector is the marketplace platform as a intermediary collection. The PMSE mechanism does not require a PKP threshold to appoint the VAT collector. The implementation of this mechanism can strengthen the VAT taxation base. The PMSE VAT mechanism for Indonesia`s digital transactions will create efficiency, effectiveness and simplicity in the tax collection system. The government will also find it easier to reach the principle of neutrality and equal treatment between conventional actors and digital business actors. In addition, from the government side and platform providers, there will also be substantial benefits or incentives if this policy is successfully implemented. The government can implement a mechanism through Section 32A of Law No. 7 2021 on harmonizing tax regulations. The existence of the basis of the Law on Harmonization of Tax Regulations will create favorable conditions for the General Department of Taxation in drafting implementation documents.
Tujuan penelitian adalah mengkaji penerapan Pajak Perdagangan Nilai (PPN) atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) atas transaksi digital antar daerah pabean di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan narasumber yang berasal dari Politeknik Keuangan Negara STAN, Direktorat Jenderal Pajak, dan Badan Kebijakan Fiskal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya transaksi digital e-commerce di Indonesia menciptakan peluang yang potensial dalam penerimaan perpajakan. Dengan mengadaptasi mekanisme PPN PMSE, maka pemerintah dapat menggeser mekanisme pemungutan PPN atas transaksi digital di Indonesia yang semula menggunakan mekanisme pengusaha kena pajak (PKP) di mana pemungutnya merupakan penjual. Sementara dalam PMSE, maka pemungutnya adalah platform marketplace selaku intermediary collection. Mekanisme PMSE tidak membutuhkan adanya batasan PKP untuk menunjuk pemungut PPN-nya. Penerapan mekanisme ini dapat memperkuat basis pemajakan PPN. Mekanisme PPN PMSE untuk transaksi digital Indonesia akan menciptakan efisiensi, efektivitas dan kesederhanaan sistem pemungutan pajak. Pemerintah juga akan lebih mudah menggapai prinsip netralitas dan equal treatment antara pelaku konvensional dengan pelaku usaha digital. Selain itu, dari sisi pemerintah dan penyedia platform juga akan mendapat manfaat atau insentif yang cukup besar apabila kebijakan ini berhasil diterapkan. Pemerintah dapat menerapkan mekanisme tersebut melalui Pasal 32A Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Adanya dasar Undang–Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan akan memudahkan Direktorat Jenderal Pajak dalam membuat peraturan pelaksanaanya.
References
Annur, C. M. (2022, March 23). Ada 204,7 Juta Pengguna Internet di Indonesia Awal 2022. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/03/23/ada-2047-juta-pengguna-internet-di-indonesia-awal-2022
Dihni, V. A. (2022, April 12). Tokopedia, E-Commerce dengan Pengunjung Terbanyak pada 2021. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/04/12/tokopedia-e-commerce-dengan-pengunjung-terbanyak-pada-2021
Djufri, M. (2020). Penerapan Teknik Web Scraping Untuk Penggalian Potensi Pajak (Studi Kasus pada Online Market Place Tokopedia, Shopee dan Bukalapak). Jurnal BPPK, 13, 65–75.
Fitriandi, P. (2020). Pemajakan Atas Transaksi Melalui Online Marketplace. Jurnal Pajak Indonesia, 4, 14–20.
Hartman, A. (2000). Net Ready: Strategies for Success in the E-conomy (berilustrasi). McGraw-Hill, 2000. https://money.kompas.com/read/2022/04/05/120000126/nilai-transaksi-e-commerce-ri-tembus-rp-30-8-triliun-per-februari-2022?page=all
Jemadu, L., & Prastya, D. (2022, February 21). Jumlah Perangkat Seluler di Indonesia Capai 370,1 Juta pada 2022. Www.Suara.Com. https://www.suara.com/tekno/2022/02/21/165644/jumlah-perangkat-seluler-di-indonesia-capai-3701-juta-pada-2022
Jurnal Entrepreneur. (2022). Mengenal Aktiva Tidak Berwujud dan Kepentingannya Bagi Perusahaan. Www.Jurnal.Id. https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-aktiva-tidak-berwujud-dan-kepentingannya-bagi-perusahaan/
Kementerian Keuangan. (2018). Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 210/PMK. 010/2018 Tentang Perlakuan Perpajakan Atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce). www.jdih.kemenkeu.go.id
Kementerian Keuangan. (2020). Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 48 /PMK.03/2020 Tentang Tata Cara Penunjukan Pemungut, Pemungutan, Dan Penyetoran, Serta Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai Atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud Dan/Atau Jasa Kena Pajak Dari Luar Daerah Pabean Di Dalam Daerah Pabean Melalui Perdagangan Melalui Sisitem Elektronik. www.jdih.kemenkeu.go.id
Kementerian Keuangan. (2021, November 25). Penerimaan Pajak Oktober Capai Rp953,6 T , Tumbuh 15,3%. Kementerian Keuangan. https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/penerimaan-pajak-oktober-capai-rp953-6-t-tumbuh-15-3/
Kominfo. (2014, November 24). Pengguna Internet Indonesia Nomor Enam Dunia. https://kominfo.go.id/content/detail/4286/pengguna-internet-indonesia-nomor-enam-dunia/0/sorotan_media
Lidwina, A. (2021, June 4). Penggunaan E-Commerce Indonesia Tertinggi di Dunia. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/06/04/penggunaan-e-commerce-indonesia-tertinggi-di-dunia
Mardiasmo. (2018). Perpajakan (Edisi terbaru 2018). Andi.
Oecd. (2021). Tax-to-GDP ratio Tax-to-GDP ratio compared to other Asian and Pacific economies and regional averages, 2019 Tax-to-GDP ratio over time Range Asia and Pacific Indonesia. http://www.oecd.org/tax/tax-policy/oecd-classification-taxes-interpretative-guide.pdf
Ortax. (2022, April 26). DJP Tunjuk 7 Pelaku Usaha PMSE Baru untuk Pungut PPN. Ortax.Org. https://ortax.org/djp-tunjuk-7-pelaku-usaha-pmse-baru
Pahlevi, R. (2022, March 18). Nilai Transaksi E-Commerce Indonesia Diperkirakan Capai US$137,5 Miliar pada 2025. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/03/18/nilai-transaksi-e-commerce-indonesia-diperkirakan-capai-us1375-miliar-pada-2025
Paramitha, R., & Carolina, M. (2020). Analisis RUU Tentang APBN No.05/an.PKA/APBN/IX/2020. Pusat Kajian Anggaran DPR RI. https://berkas.dpr.go.id/puskajianggaran/analisis-apbn/public-file/analisis-apbn-public-50.pdf
Pinatih, E. W. (2021, September 20). Sehari Mengenal Selamanya Bangga . Direktorat Jenderal Pajak. https://www.pajak.go.id/id/artikel/sehari-mengenal-selamanya-bangga
Prabaningrum Kusumawati, M., Khairun Hamrany, A., & Nur Rahman, A. (2021). Kepatuhan Wajib Pajak Penyedia Platform Marketplace E-Commerce Sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. 21(3). https://doi.org/10.30595/kosmikhukum.v21i3.9175
Rahman, D. F. (2022, May 7). Nilai Transaksi QRIS Tumbuh 305% pada Februari 2022. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/05/07/nilai-transaksi-qris-tumbuh-305-pada-februari-2022
Ramli, R. R. (2022, April 5). Nilai Transaksi “E-commerce†RI Tembus Rp 30,8 Triliun Per Februari 2022 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Nilai Transaksi ‘E-commerce’ RI Tembus Rp 30,8 Triliun Per Februari 2022.†Money.Kompas.Com.
Said, A. A. (2021, November 17). Penerimaan Negara dari Pajak Digital Melonjak Jadi Rp 3,9 Triliun. Katadata.Co.Id. https://katadata.co.id/lavinda/finansial/6195a5896d7bb/penerimaan-negara-dari-pajak-digital-melonjak-jadi-rp-3-9-triliun
Sandhusen, R. L. (2008). Marketing. Peterson’s Guides,U.S.
Santoso, Y. I. (2021, June 20). Turunkan batas PKP hingga Rp 600 juta, pemerintah bisa raih PPh dan PPN lebih banyak. Nasional.Kontan.Co.Id. https://nasional.kontan.co.id/news/turunkan-batas-pkp-hingga-rp-600-juta-pemerintah-bisa-raih-pph-dan-ppn-lebih-banyak?page=all
Santoso, Y. I. (2022, March 9). Hingga Februari 2022, Setoran PPN PMSE Tembus Rp5,35 Triliun. News.Ddtc.Co.Id. https://news.ddtc.co.id/hingga-februari-2022-setoran-ppn-pmse-tembus-rp535-triliun-37500
Scarcella, L. (2020). E-commerce and effective VAT/GST enforcement: Can online platforms play a valuable role? Computer Law and Security Review, 36. https://doi.org/10.1016/j.clsr.2019.105371
Shaid, N. J. (2022, March 24). Mengenal 4 Fungsi Pajak bagi Pembangunan Negara Halaman all - Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2022/03/24/190357726/mengenal-4-fungsi-pajak-bagi-pembangunan-negara?page=all
Smith, Adam. (2016). The Wealth of Nations. 659.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cet.26). Alfabeta.
Utara. (2011). Modul Pengantar Hukum Pajak. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak.
Waluyo. (2011). Perpajakan Indonesia (Ed. 9). Salemba Empat.
Wong, J. (2010). Internet Marketing for Beginners. Elex Media Komputindo.
World Bank. (2021). Revenue, excluding grants (% of GDP) - Indonesia. World Bank. https://data.worldbank.org/indicator/GC.REV.XGRT.GD.ZS?locations=ID
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Anggita Fatmawati Putri, Suparna Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


