POTENSI MINUMAN BERENERGI SEBAGAI BARANG KENA CUKAI
DOI:
https://doi.org/10.31092/jpbc.v6i2.1777Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi serta potensi pengenaan cukai pada minuman berenergi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi naratif (literatur) dan studi kasus. Minuman berenergi mengandung bahan-bahan antara lain kafein, taurin, pemanis, dan ginseng. Konsumsi minuman berenergi cenderung meningkat dibandingkan jenis minuman berpemanis lainnya. Hasil studi literatur dan studi kasus menunjukkan bahwa dampak negatif minuman berenergi antara lain apabila dikonsumsi secara bersamaan dan berlebihan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan menyebabkan penyakit seperti gagal ginjal kronik, diabetes, dan jantung. Hal ini bertolak belakang dengan persepsi dan preferensi masyarakat bahwa minuman berenergi merupakan suplemen kesehatan. Dampak negatif lainnya minuman berenergi adalah campuran yang paling banyak digunakan dalam membuat minuman keras oplosan, yang telah mengakibatkan kematian. Dampak negatif tersebut menghasilkan eksternalitas negatif bagi kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan Pemerintah. Penetapan minuman berenergi sebagai BKC dapat mengimbangi eksternalitas negatif tersebut. Hasil analisis menunjukkan minuman berenergi memenuhi lima aspek policy test penetapan BKC yaitu aspek legal, filosofis, sosial ekonomi, referensi, dan operasional. Minuman berenergi memiliki potensi menjadi BKC dinilai dari fungsi regulerend dan fungsi budgetair (potensi penerimaan cukai Rp554,5 miliar dari minuman berenergi berbentuk cairan, dan Rp14,25 triliun dari satu merk minuman berenergi berbentuk konsentrat).
References
Baidarus, M., & Siburian, M. T. (2018). Analisis dampak ekstensifikasi barang kena cukai pada kantong plastik terhadap perekonomian Indonesia. Jurnal BPPK Volume, 11(2), 1-11, http://jurnal.bppk.kemenkeu.go.id/jurnal bppk/article/view/341/174.
BPOM, A. W. (14 Desember 2006). Minuman Berenergi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). https://www.pom.go.id/new/view/ more/berita/156/MINUMAN-BERENERGI.html
Brache & Stockwell, K. T. (2011). Drinking patterns and risk behaviors associated with combined alcohol and energy drink consumption in college drinkers. Elsevier: Addictive Behaviour 36, 1133-1140. https://doi.org/10.1016/j.addbeh.2011.07.003
Breda, J., Whiting, S., Encarnação, R., & Norberg, S. (2014). Energy drink consumption in Europe: A Review of the risks. Frontiers in Public Health: Public Health Education and Promotion 2, 1-4. https://doi.org/10.3389/fpubh.2014.00134.
Carvalho, J. M. d., Maia, G. A., Sousa, P. H. M. d., & Rodrigues, S. (2006). Perfil dos principais componentes em bebidas energéticas: cafeÃna, taurina, guaraná e glucoronolactona. Revista do Instituto Adolfo Lutz (Impreso) 65 (2), 78-85 http://periodicos.ses.sp.bvs.br/pdf/rial/v65n2/v65n2a02.pdf.
Chandra, Ester, M. (2009). Kajian Ekstensifikasi Barang Kena Cukai pada Minuman Berkarbonasi. Skripsi. Universitas Indonesia.
Clauson, K., Shields, K., McQuee, C., Persad, N. (2008). Safety issues associated with commercially available energy drinks. Journal of The American Pharmacists Association 48(3), 55-67. https://doi.org/10.1331/japha.2008.07055
Clowes, E. (20 Januari 2019). Energy drinks in the UAE lose kick as tax savages sales. Linked In. https://www.linkedin.com/pulse/energy-drinks-uae-lose-kick-tax-savages-sales-edward-clowes
Creswell, J. W. (2014). Research design : Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches 4th Ed. Washington DC: SAGE Publications, Inc.
Delima, Tjitra, E., Tana, L., Halim, F. S., Ghani, L., Siswoyo, H., Idaiani, S., Andayasari, L., Widowati, L., Gitawati, R., Sihombing, M., Tjahja, I. N., Sintawati, Jovina, T. A., Karyana, M., Nugroho, P., Djoko, W., Sarwono, Agustin, H., & Siswanto (2017). Faktor risiko penyakit ginjal kronik: Studi kasus kontrol di empat rumah sakit di Jakarta tahun 2014. Buletin Penelitian Kesehatan, 45 (1), 17-26. https://doi.org/10.22435/bpk.v45i1.7328.17-26.
Department of Agriculture, U. S. (2015). Dietary guidelines for Americans 2015-2020.Washington DC: United State Department of Agriculture. https://health.gov/our-work/food-nutrition/previous-dietary-guidelines/2015
DiNicolantonio, J. W., O'keefe, J. H., & Wilson, W. L. (2017). Sugar addiction: Is it real? A narrative review. BJSM Online First, pp.1-6. http://dx.doi.org/10.1136/bjsports-2017-097971
DJBC, A. W. (27 Agustus 2020). Cukai plastik apa kabar. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). https://www.beacukai.go.id/berita/cukai-plastik-apa-kabar.html
DJBC, A. W. (2020, September 01). Mengulik filosofi cukai dan strategi kebijakan publik. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). https://www.beacukai.go.id/berita/mengulik-filosofi-cukai-dan-strategi-kebijakan-publik.html
Fachrudin, M. (2018). Analisis fisibilitas minuman berpemanis sebagai objek cukai dan penerapan pemungutannya di indonesia. Proseding Seminar Nasional Akuntansi, 1(1), i-viii. http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/SNU/article/view/965/793
Foreign Agricultural Service, U. S. (6 Januari 2016). Indonesian Retail Foods 2016. United States Department of Agriculture: https://apps.fas.usda.gov/new/gainapi/api/report/downloadreportbyfilename?filename=Retail%20Foods_Jakarta_Indonesia_12-22-2016.pdf
Gruber, Jonathan. (2019). Public Finance and Public Policy Sixth Edition. New York: MacMillan Learning.
Himawan, Tedy. (2020). Ekstensifikasi Cukai. Laporan Lesson Learned Community of Practice di Bidang Cukai.
Karunia, F. B. (2013). Kajian penggunaan zat adiktif makanan (pemanis dan pewarna) pada kudapan bahan pangan lokal di Pasar Kota Semarang. Food Science and Culinary Education Journal, 72-78. https://doi.org/10.15294/fsce.v2i2.2781
Kementerian Kesehatan, R. I. (20 September 1988). Bahan tambahan makanan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/MENKES/PER/IX/88. Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan, R. I. (24 Juli 2014). Pedoman gizi seimbang. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014. Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia: Kemenkumham.
Kementerian Keuangan, R. I. (5 Juli 2018). Pelunasan cukai. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.04/2018. Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia: Kemenkumham.
Kementerian Keuangan, R. I. (13 Desember 2018). Tarif cukai etil alkohol, minuman yang mengandung etil alkohol, dan konsentrat yang mengandung etil alkohol.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158/PMK.010/2018. Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia: Kemenkumham.
Kementerian Keuangan, R. I. (15 Desember 2020). Tarif cukai hasil tembakau. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 198/PMK.04/2020. Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia: Kemenkumham.
Kementerian Pertanian, P. D. (2015, 2017, 2018). Statistik Konsumsi Pangan Republik Indonesia. Jakarta: Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.
Kole, J., & Hill, A. B. (2013). Caffeine content labeling: A Missed opportunity for promoting personal and public health. Journal of Caffeine Research, 4r3(3), 108-113. https://doi.org/10.1089/jcr.2013.0017
Kratingdaeng Official. (n.d.). Kratingdaeng official. Diakses pada 17 April 2021 dari https://shopee.co.id/shop/367686974/search? order=asc&page=0&sortBy=price
Kratingdaeng, A. W. (2021). About us. Kratingdaeng. https://www.kratingdaeng.co.id/
Kuku Bima Ener-G, A. W. (2021). About. Kuku Bima Ener-G. https://kukubimaenergi.com/?page_id=3987#
Liveina, & Artini, I. G. A. (2014). Pola konsumsi dan efek samping minuman Mengandung kafein pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas kedokteran Universitas Udayana. E-Jurnal Medika Udayana, 3(12), 1-12. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/8507
Meier, B. (19 Maret 2013). Doctors urge F.D.A. to restrict caffeine in energy drinks. NY Times. https://www.nytimes.com/2013/03/20/business/doctors-urge-fda-to-restrict-caffeine-in-energy-drinks.html
Murwani, S., Karmana, I. W., Hasibuan, H. D., & Sriyanto, A. (2020). Urgensi pengenaan cukai pada minuman ringan berpemanis. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai, 2(2), 134-151. http://dx.doi.org/10.31092/jpbc.v4i2.968.
Mutaqin, Z. Z. (2018). Dinamika Aspek Kesehatan dan Ekonomi dalam Kebijakan Pengendalian Minuman Berkarbonasi di Indonesia. Quality Jurnal Kesehatan,1(1), 26-37.
https://doi.org/10.36082/qjk.v12i1.27
Nugrahaini, W. (2019). Pengaruh kebijakan tarif dan harga jual eceran terhadap produksi dan penerimaan cukai rokok sigaret kretek mesin. Jurnal Perspektif Bea Cukai, 3(1), 111-132, http://dx.doi.org/10.31092/jpbc.v3i1.426.
Pemerintah Indonesia. (2022). Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023. https://anggaran.kemenkeu.go.id/api/Medias/75a2e5f9-cdc8-4576-8f88-5aa23008ee72
Pipit & Dudung, K. (2015). Hubungan antara konsumsi minuman berenergi yang mengandung kombinasi taurin dan kafein dengan angka kejadian gagal ginjal kronis. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 3(3), 54-61. https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id/index.php/HWS/article/view/97
Prawita, Dewi (Juli 2016). Warta bea cukai: Bea cukai genjot penerimaan cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. http://repository.beacukai.go.id/download/2016/08/d01035a997c7c420a220243f5ee2a103-wbc-juli-2016.pdf
Preedy, V. R. (2012). Caffeine: Chemistry, analysis, function and effects. Cambridge: RSC Publishing.
Putriastuti, R., Kustiyah, L., & Anwar, F. (2007). Persepsi, konsumsi dan preferensi minuman berenergi. Jurnal Gizi dan Pangan, November 2007 2(3), 13-25. https://doi.org/10.25182/jgp.2007.2.3.13-25
Rath, M. (2010). Energy drinks: What is all the hype? The dangers of energy. American Academy of Nurse Publication, 70-76. https://doi.org/10.1111/j.1745-7599.2011.00689.
Republik Indonesia, P. (2007, Agustus 15). Perubahan atas Undang-Undang No. 11 tahun 1995 tentang Cukai. Undang-Undang No. 39 Tahun 2007. Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia: Kementerian Hukum dan HAM.
Respatiadi, H. d. (2018). Di Bawah Umur dan Ilegal: Konsumsi Alkohol Dan Risiko Kesehatannya Bagi Anak-Anak Muda Studi Kasus Di Bandung, Jawa Barat. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), 1-24. https://repository.cips-indonesia.org/media/270467-di-bawah-umur-dan-ilegal-konsumsi-alkoho-3d4d0053.pdf
Sasangka, A. L. (2010). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian minuman berenergi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Seifert, S. M., Schaechter, J. L., Hershorin, E. R., & Lipshultz, S. E. (2010). Health effects of energy drinks on children, adolescents, and young adults. The American Academy of Pediatrics, 27 (3), 511-523. http://dx.doi.org/10.1542/peds.2009-3592.
Setyawan, B. (2018). Kajian pengenaan cukai terhadap gula. Indonesian Treasury Review, 3(4), 284-295. https://doi.org/10.33105/itrev.v3i4.73
Sido Muncul, S. (n.d.). Sido Muncul store. Diakses tanggal 17 April 2021, dari https://shopee.co.id/Kuku-Bima-Ener-G-Anggur-6's-Minuman-Berenergi-Penambah-Stamina i.139447146.4030221681
Suparman & Sarwono, W. (2001). Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Surono. (2013). Mengenal lebih mendalam pungutan cukai. Koleksi Artikel Pusdiklat Bea dan Cukai, ISSN : 2088-2491.
Syam, Ari Fahrial (dr.). (2015). Dampak Adiksi Rokok, Narkoba, dan Alkohol. https://www.ui.ac.id/dampak-adiksi-rokok-narkoba-dan-alkohol/
Tamamoto, L. S. (2010). Sensory profile of a model energy drink with varying levels of functional ingredients caffeine, ginseng, and taurine. Journal of Food Science, 75(6), 271-278. http://dx.doi.org/10.1111/j.1750-3841.2010.01655.
Thailand Excise Department. (26 Agustus 2013). ASEAN excise tax. Thailand The Excise Department. https://webdev.excise.go.th/aec-law/en/excise-en.php
Tim GFRP, U. o. N. C.(11 Februari 2020). Why tax surgary drink?. Global Food Research Program University of North California at Chapel Hill: https://globalfoodresearchprogram.web.unc.edu/wp-content/uploads/sites/10803/2020/02/FACTSHEET_SSBTAX_2020_Feb11_Final.pdf
Tim GFRP, U. o. N. C. (2021, April 15). Sugary Drink Taxes Maps.Global Food Research Program University of North California at Chapel Hill. https://globalfoodresearchprogram.web.unc.edu/wp- content/uploads/sites/10803/2021/04/SSB_sugary_drink_taxes_maps.pdf
Top Brand Award, A. W. (2021). Top brand index fase 1 2021. Top Brand Award: https://www.topbrand-award.com/top-brand-index/
Tutut & Anita, A. (2015). Penetapan kadar pemanis buatan (na-siklamat) pada minuman serbuk instan dengan metode alkalimetri. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, I(1), 1-7. http://journal.ummgl.ac.id/index.php/pharmacy/article/download/49/23
Weinberg, B. A. (2002). The miracle of caffeine. New York: Free Press.
Zucconi, S. L. (2013). Gathering consumption data on specific consumer groups of energy drinks. External Scientific Report: NOMISMA-ARETÉ Consortium, 1-190. http://dx.doi.org/10.13140/RG.2.1.4080.5604
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
