ANALISIS PENGARUH FASILITAS KITE TERHADAP NILAI EKSPOR (STUDI KASUS PERUSAHAAN PENERIMA FASILITAS KITE)

Authors

  • Alfi Nabila DGCE
  • Agus Sriyanto Politeknik Keuangan Negara STAN

DOI:

https://doi.org/10.31092/jpbc.v2i1.188

Abstract

ABSTRACT:

      Indonesia's exports in 2012-2015 experienced a downward trend, mainly influenced by the decline in export value of oil and gas sector. Therefore, the government is making efforts to encourage the increase of exports from the non-oil and gas sector by providing fiscal facilities in the form of export ease for import (KITE) for the import of raw materials and auxiliary materials. This study aims to provide empirical evidence related to the relationship between KITE facility value, KITE policy change, import value, and currency exchange value to KITE export value. This research uses the quantitative method of associative, multiple regression data analysis technique using secondary time series data of 45 companies that have obtained KITE facility from DJBC from January 2013 until October 2016. Research result indicates that KITE facility and exchange rate give positive and significant influence to export value of KITE, while import value gives negative and significant influence to KITE export value. In addition, KITE policy issued in 2013 has the positive but not significant effect to an export value of KITE.

Keywords: KITE facility, KITE export, and KITE policy.

ABSTRAK:

      Ekspor Indonesia tahun 2012-2015 mengalami tren penurunan terutama dipengaruhi oleh menurunnya nilai ekspor sektor migas. Oleh karena itu pemerintah melakukan upaya mendorong peningkatan ekspor dari sektor non-migas dengan memberikan fasilitas fiskal berupa kemudahan ekspor untuk tujuan impor (KITE) untuk impor bahan baku dan bahan penolong. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris terkait hubungan antara nilai fasilitas KITE, perubahan kebijakan KITE, nilai impor, dan nilai kurs mata uang terhadap nilai ekspor KITE. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif, teknik analisis data regresi berganda dengan menggunakan data sekunder time series 45 perusahaan yang telah memperoleh fasilitas KITE dari DJBC mulai Januari 2013 sampai dengan Oktober 2016. Hasil penelitian membuktikan bahwa fasilitas KITE dan nilai kurs memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai ekspor KITE, sedangkan nilai impor memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai ekspor KITE, sementara kebijakan KITE yang dikeluarkan pada tahun 2013 berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap nilai ekspor KITE.

Kata kunci: fasilitas KITE, Nilai Impor, kebijakan KITE, nilai ekspor KITE

Author Biographies

Alfi Nabila, DGCE

Direktorat Fasilitas Kepabeanan

Agus Sriyanto, Politeknik Keuangan Negara STAN

Jurusan Kepabeanan dan Cukai

References

A. Buku dan Sumber Lain

Ahmed, Kamal, Anamul Hoque and Jobaer. 2013. Effects of Export and Import on GDP of Bangladesh an Empirical Analysis. The International Journal of Management. Vol 2:

-37.

Anggawijaya, I Gusti Ngurah Susila. 2008. Pengaruh Pembebasan dan/ atau Pengembalian Bea Masuk serta Pajak Dalam Rangka Impor tidak Dipungut Terhadap Nilai Ekspor dalam Skema Fasilitas KITE (Studi Kasus Terhadap Perusahaan Teraktif pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta). Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia.

Anwar, Syaiful. 2014. Mengenal Fasilitas Pabean dan Bea Masuk (Fasilitas Prosedural Kepabeanan). Jakarta: Pusdiklat Bea dan Cukai.

Aritonang, Pontas Ojahan. 2005. Analisa Pengaruh Pemberian Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) terhadap Nilai Ekspor Indonesia. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia.

Badan Kebijakan Fiskal. 2016. Nilai Kurs. http://www.fiskal.kemenkeu.go.id/dw-kurs- db.asp (diakses 15 November 2016)

Badan Pusat Statistik. 2016. Statistik Ekspor dan Impor Indonesia. http://bps.go.id/subjek/view/id/8 (diakses 25 September 2016).

Cahyono, Hadi. 2010. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Tahun 1985-2009. Skripsi. Solo: Universitas Sebelas Maret

Dimyati, Ahmad. 2012. Fasilitas KB dan KITE: Alternatif Pemanfaatan Fasilitas Impor bagi Industri yang Berorientasi Eskpor. Jakarta: Pusdiklat Bea dan Cukai.

Dimyati, Ahmad. 2011. Teknis Kepabeanan. Jakarta: Pusdiklat Bea dan Cukai.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 2015. Rencana Strategis DJBC 2015-2019. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 2016. Data Ekspor dan Impor Fasilitas KITE.

Fanta, A.B, and Teshale, G.B. 2014. Export Trade Incentives and Export Growth Nexus: Evidence from Ethiopia. British Journal of Economics, Management & Trade 4(11): 111-128.

Ginting, Ari Mulianta. 2013. Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Ekspor Indonesia. Jakarta: Kementrian Perdagangan.

Gujarati, Damodar N dan Dawn C. Porter. 2015. Dasar-dasar Ekonometrika. Buku 1. Edisi ke-5. Penerjemah. Eugenia Mardanugraha dkk. Jakarta: Salemba Empat.

. 2015. Dasar-dasar Ekonometrika. Buku 2. Edisi ke-5. Penerjemah. Eugenia Mardanugraha dkk. Jakarta: Salemba Empat.

Gumilar, Gilang, Imam Suyadi dan Rosalita Rahma Agusti. 2015. Pemanfaatan Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk meningkatkan ekspor dalam negeri (Studi Pada Kantor Wilayah DJBC Jatim I, Sidoarjo). Jurnal Perpajakan (JEJAK). Vol 6.

Herawati, Efi. 2008. Analisis Pengaruh Faktor Produksi Modal, Bahan Baku, Tenaga Kerja dan Mesin terhadap Produksi Glycerine pada PT Flora Sawita Chemindo Medan. Tesis. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Iqbal, Muhammad. 2015. Pengolahan Data Regresi Linear Berganda dengan Eviews 8. Jakarta: Perbanas Institute.

Imam Ghozali. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23. Edisi 8. Semarang: Lembaga Penerbit Universitas Diponegoro.

Kementrian Perdagangan. 2016. Neraca Perdagangan Indonesia Total.http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/indonesia-export-import/ indonesia-trade-balance (diakses 25 September 2016).

Kementrian Perindustrian. 2016. Perkembangan Ekspor Indonesia Berdasarkan Sektor.http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran.php?ekspor=1 (diakses 25 September 2016).

Lindawati, Rita Dwi. 2014. Relaksasi Ketentuan Fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) Sebagai Salah Satu Kebijakan Ekonomi Pemerintah Untuk Mendorong Ekspor Indonesia. http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/148-artikel-bea-dan-cukai/20293-relaksasi-ketentuan-fasilitas-kite-kemudahan-impor-tujuan-ekspor-sebagai-salah-satu-kebijakan-ekonomi-pemerintah-untuk-mendorong-ekspor-indonesia (diakses 27 September 2016).

Lubis, Adrian. 2010. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Ekspor di Indonesia. Jakarta: Kementerian Perdagangan.

Mahayus, Ekananda. 2002. Ketidakpastian Pengaruh Volatilitas Nilai Tukar pada Perdagangan Internasional: Analisis Empiris pada Sektor Non-Migas di Indonesia. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia.

Mankiw, N. Gregory. 2001. Pengantar Ekonomi Jilid 1. Penerj. Haris Munandar dan Emil Salim. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

.Gregory. 2001. Pengantar Ekonomi Jilid 2. Penerj. Haris Munandar dan Emil Salim. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

Nachrowi, Nachrowi Djalal dan Hardius Usman. 2006. Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Praja, Cindhe Marjuang. 2014. Pengaruh Pemberian Insentif Fiskal dan Insentif Nonfiskal-Moneter melalui Skema Kawasan Berikat (Studi Kasus terhadap perusahaan Kawasan Berikat di wilayah kerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Bekasi). Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia.

Sampathkumar dan Rajeshkumar S. 2016. Causal Relationship between Export and Economic Growth: Evidence from SAARC Countries. Journal of Economic and Finance. Volume 7: 32-39.

Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis: Buku 1. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sukirno, Sadono. 2013. Makroekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Surono. Tanpa Tahun. Fasilitas Kepabeanan: Suatu Upaya Pemberian Kemudahan dan Insentif Fiskal bagi Industri dan Perdagangan. Jakarta: Pusdiklat Bea dan Cukai.

Tambunan, Tulus. 2000. Perdagangan Internasional dan Neraca Perdagangan Teori dan Temuan Empiris. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Warta Bea Cukai. 2008. Pelayanan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Sejak Awal Berdirinya Sudah Ditangani Oleh DJBC. Warta Bea Cukai, Maret, 5.

B. Peraturan Perundang-undangan

Republik Indonesia. Undang-Undang Kepabeanan. Undang-undang No.10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2006.

. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 176/PMK.04/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang dan Bahan Untuk Diolah, Dirakit, atau Dipasang Pada Barang Lain Dengan Tujuan Untuk Diekspor.

. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 177/PMK.04/2013 tanggal 6 Desember 2013 Tentang Pengembalian Bea Masuk Atas Impor Barang dan Bahan Untuk Diolah, Dirakit, atau Dipasang Pada Barang Lain dengan Tujuan Untuk Diekspor.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 254/PMK.04/2011 tanggal 28 Desember 2011 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang dan Bahan Untuk Diolah, Dirakit, atau Dipasang Pada Barang Lain Dengan Tujuan Untuk Diekspor.

. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 253/PMK.04/2011 tanggal 28 Desember 2011 Tentang Pengembalian Bea Masuk Atas Impor Barang dan Bahan Untuk Diolah, Dirakit, atau Dipasang Pada Barang Lain dengan Tujuan Untuk Diekspor

.Keputusan Menteri Keuangan Nomor 580/KMK.04/2000 tanggal 31 Desember 2003 Tentang Tatalaksana Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Pengawasannya.

Direktorat Fasilitas Kepabeanan. 2013. PMK Nomor 176/PMK.04/2013 (Perubahan PMK Nomor 254/PMK.04/2013 Tentang Kite Pembebasan). Disampaikan pada Sosialisasi Fasilitas KITE di Jakarta pada Desember 2013.

Published

2018-03-17

How to Cite

Nabila, A., & Sriyanto, A. (2018). ANALISIS PENGARUH FASILITAS KITE TERHADAP NILAI EKSPOR (STUDI KASUS PERUSAHAAN PENERIMA FASILITAS KITE). JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI, 2(1). https://doi.org/10.31092/jpbc.v2i1.188

Issue

Section

Articles