Fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Dibebaskan Atas Daging: Dampak Dan Saran Kebijakan

Authors

  • Faiza Aina Nurrizqi Prodi IV Manajemen Keuangan Negara, Politeknik Keuangan Negara STAN
  • Mohamad Nor Rizal Prodi IV Manajemen Keuangan Negara, Politeknik Keuangan Negara STAN
  • Teguh Syuhada Prodi IV Manajemen Keuangan Negara, Politeknik Keuangan Negara STAN
  • Suparna Wijaya Politeknik Keuangan Negara STAN

DOI:

https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1S.1981

Keywords:

Daging, Kebutuhan pokok, Pajak pertambahan nilai, Insentif pajak

Abstract

Meat is one of the basic ingredients that many people need in everyday life. Because it is a staple ingredient, meat is included in the group of goods that are exempt from the imposition of Value Added Tax. Since the issuance of the Law on the Harmonization of Tax Regulations (UU HPP), this exemption was removed but the VAT exemption facility was granted. However, there are plans for further arrangements regarding the imposition of VAT specifically for certain types of meat and VAT exemption facilities for other types that are more commonly consumed by the public. It's just that at the time this research was conducted, regulations regarding this matter had not yet been issued. This research was made with the aim of discussing how VAT was imposed on meat before and after the UU HPP was enacted, as well as discussing the impact or implications of regulating the imposition of VAT exemption facilities on meat. The method of writing this research was carried out using a descriptive qualitative approach with data collection techniques through documentation studies. From the results of this study, it was concluded that there were differences in the treatment of meat as a staple item before and after the issuance of the UU HPP, and there was a potential loss in terms of state revenue from increasing meat imports if further regulations were not issued.

Daging merupakan salah satu bahan pokok yang banyak dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Karena merupakan bahan pokok, daging termasuk ke dalam kelompok barang yang dikecualikan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Sejak diterbitkannya Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), pengecualian tersebut dihapus namun diberikan fasilitas PPN dibebaskan. Akan tetapi terdapat rencana pengaturan lebih lanjut terkait pengenaan PPN secara khusus untuk daging jenis tertentu dan fasilitas PPN dibebaskan untuk jenis lain yang lebih umum dikonsumsi masyarakat. Hanya saja pada saat penelitian ini dilakukan, peraturan pelaksanaan terkait hal tersebut belum juga diterbitkan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk membahas bagaimana pengaturan pengenaan PPN atas daging sebelum dan sesudah adanya UU HPP, serta membahas mengenai dampak atau implikasi dari pengaturan pengenaan fasilitas PPN dibebaskan atas daging. Metode penulisan penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan perlakuan terhadap daging sebagai barang kebutuhan pokok sebelum dan sesudah diterbitkannya UU HPP, serta terdapat potential loss dari segi penerimaan negara atas importasi daging yang kian meningkat apabila peraturan lanjutan tidak kunjung diterbitkan.

References

Acosta Ormaechea, S., & Morozumi, A. (2019). The Value Added Tax and Growth: Design Matters. IMF Working Papers, 19(96), 1. https://doi.org/10.5089/9781498312233.001

Atyaningsih, A. R. D., & Julianingtyas, D. E. (2021). Perubahan tarif ppn pada kebutuhan pokok masyarakat pascapandemi covid-19. Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Perpajakan, 1(1), 58–65. http://conference.um.ac.id/index.php/taxcenter/article/view/2251

Badan Kebijakan Fiskal (2021). Laporan Belanja Perpajakan 2020. https://fiskal.kemenkeu.go.id/publikasi/tax-expenditure-report

Badan Pusat Statistik. (2022). Impor Daging Sejenis Lembu menurut Negara Asal Utama, 2010-2021. https://www.bps.go.id/statictable/2019/02/14/2011/impor-daging-sejenis-lembu-menurut-negara-asal-utama-2010-2021.html

Bähr, C. C. (2014). Greenhouse gas taxes on meat products: A legal perspective. Transnational Environmental Law, 4(1), 153–179. https://doi.org/10.1017/S2047102515000011

Banjaransari, A. P. R. P. (2021). Justice enforcement on plans for imposition of value added tax on premium basic necessities. Jurnal Justisia : Jurnal Ilmu Hukum, Perundang-undangan dan Pranata Sosial, 6(2), 127. https://doi.org/10.22373/justisia.v6i2.11533

Chalidin, M., Lubis, Z., & Lubis, M. M. (2020). Analisis permintaan dan elastisitas daging sapi pada tingkat rumah tangga di kelurahan Sei Sikambing B, kecamatan Medan Sunggal, kota Medan. Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 1(1), 106–111.

Chisilia, L. A., & Widanta, A. . B. P. (2019). Analisis determinan impor daging sapi di Indonesia pada tahun 1990 – 2015. Buletin Studi Ekonomi, 24(2), 201. https://doi.org/10.24843/bse.2019.v24.i02.p04

Cleartax.in. (n.d.). GST Rate & HSN Code for Meat and edible meat offal - Chapter 2. Cleartax.in. Diambil 5 Desember 2022, dari https://cleartax.in/s/chapter-2-meat-edible-meat-offal-gst-rate-hsn-code

Cresswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4 ed.). SAGE Publications, Inc.

Engkus. (2017). Implementasi Undang-Undang Perdagangan dan Implikasinya dalam Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat. Litigasi, 18(1), 1–40. https://doi.org/10.23969/litigasi.v18i1.284

Food and Agriculture Organization. (2020). Animal Production. https://www.fao.org/animal-production/en

Funke, F., Mattauch, L., van den Bijgaart, I., Godfray, C., Hepburn, C. J., Klenert, D., Springmann, M., & Treich, N. (2021). Is meat too cheap? Towards optimal meat taxation. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3801702

Gunawan, L. (2013). Analisa perbandingan kualitas fisik daging sapi impor dan daging sapi lokal. Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa, 1(1). https://publication.petra.ac.id/index.php/manajemen-perhotelan/article/view/207

Haq, S. Al, & Bahagiati, K. (2022). Pengaturan Pajak terhadap Bahan Pokok di Indonesia. Journal of Islamic Business Law, 6(1), 1–15. http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jibl

Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, (2021).

Linderson, J. (2022). Sustainable meat consumption. Swedish University of Agricultural Sciences, 1467. https://stud.epsilon.slu.se/18309/1/linderson-j-220908.pdf

Mariesriverwagyu.com. (2021). Wagyu Beef Vs Regular Beef. Mariesriverwagyu.com. https://www.mariesriverwagyu.com/wagyu-beef-versus-regular-beef/#:~:text=Wagyu fat melts at a,is uniformly and abundantly distributed

Nuryati, Y., & Farid, M. (2016). Analisis penetapan kebijakan harga barang kebutuhan pokok. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Pertanian, 71, 193–199. https://fp.ub.ac.id/semnas/Paper/32_kebijakan_harga-yati_(193-199).pdf

OECD. (2018). Survey Economi OECD Indonesia 2018. OECD Economic Survey : Indonesia@OECD 2018, 53(9), 1689–1699.

Osmeatshop.com. (2022). Why Wagyu Has The Highest Price Per Kilogram. https://osmeatshop.com/blogs/blog-posts/why-wagyu-has-the-highest-price-per-kilogram

Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-99/PMK.010/2020 tentang Kriteria dan/atau Rincian Barang Kebutuhan Pokok yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai, (2020).

Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, 1 (2020).

Pink, B. (2022). Barang Kebutuhan Pokok Bisa Kena PPN 11%, Tapi yang Kualitas Premium. Kontan.co.id. https://nasional.kontan.co.id/news/barang-kebutuhan-pokok-bisa-kena-ppn-11-tapi-yang-kualitas-premium

Pratiwi, A. S. (2021). Barang kebutuhan pokok yang tidak dikenai pajak pertambahan nilai (perbandingan peraturan menteri keuangan nomor 116/pmk.10/2017 dengan peraturan presiden 71 tahun 2015). Journal of Law, Administration, and Social Science, 1(1), 47–60.

Purnomo, N., & Soerjatno, R. (2021). PPN & PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai & Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) Teori Dan Praktik. Nas Media Indonesia.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. (2022). Informasi Harga Pangan Antar Daerah. https://hargapangan.id/

Putri, C. A. (2021). Sri Mulyani: Kami tidak Memungut Pajak Sembako Murah! CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210614180846-4-253046/sri-mulyani-kami-tidak-memungut-pajak-sembako-murah

Rukajat, A. (2018). Pendekatan Penelitian Kualitatif (Qualitative Research Approach) (1 ed.). Deepublish. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=qy1qDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA21&dq=penelitian+kualitatif+adalah+sugiyono&ots=88EgwwI-MM&sig=lqKt2ecssRiIycFbKzfqeqdAuQw&redir_esc=y#v=onepage&q=penelitian kualitatif adalah sugiyono&f=false

Sakti, N. W. (2021). PPN Sembako Menurut Darussalam - Frans Membahas #32. Frans Membahas. https://www.youtube.com/watch?v=V7su_dnA8Po

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, 1 (2021).

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, (2009).

Wahyuni, D., Purnastuti, L., & Mustofa, M. (2016). Analisis elastisitas tiga bahan pangan sumber protein hewani di Indonesia. Jurnal Economia, 12(1), 43. https://doi.org/10.21831/economia.v12i1.9544

Wijaya, S., & Arsini, K. R. (2021). Fasilitas ppn tidak dipungut atau dibebaskan: Perbedaan dan permasalahan. Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik, 8(1), 91–104. https://doi.org/10.37606/publik.v8i1.181

World Bank Group (2019). The 2030 Sustainable Development Agenda and the World Bank Group: Closing the SDGs Financing Gap. https://thedocs.worldbank.org/en/doc/259801562965232326-0270022019/original/2030Agenda2019finalweb.pdf

Yilmaz, K. (2013). Comparison of quantitative and qualitative research traditions: Epistemological, theoretical, and methodological differences. European Journal of Education, 48(2), 311–325. https://doi.org/10.1111/ejed.12014

Downloads

Published

2022-12-31

How to Cite

Nurrizqi, F. A., Rizal, M. N., Syuhada, T., & Wijaya, S. (2022). Fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Dibebaskan Atas Daging: Dampak Dan Saran Kebijakan. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN), 4(1S), 435–445. https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1S.1981

Most read articles by the same author(s)